51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Menuju Fakultas Budaya Kreatif yang Berdampak

FIB NEWS51¶¯Âþ (UNAIR) menggelar Presentasi Gagasan Calon Dekan Periode 2025“2030 pada Selasa, 26 Agustus 2025, bertempat di Ruang Chairil Anwar, FIB UNAIR. Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni FIB UNAIR.

Pada kesempatan tersebut, Syahrur Marta Dwisusilo, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan gagasan kepemimpinannya dengan tema: œFakultas Ilmu Budaya UNAIR sebagai Pusat Pengembangan Budaya Kreatif yang Berdampak dan Berkelanjutan.

Visi dan Strategi Kepemimpinan

Dalam paparannya, Syahrur memaparkan visi menjadikan FIB UNAIR sebagai fakultas yang berdampak, baik dalam keilmuan maupun kesejahteraan masyarakat, untuk mendukung reputasi nasional dan internasional. Visi tersebut akan diwujudkan melalui karya-karya kreatif dari lulusan yang humanis, profesional, mandiri, serta memiliki kemampuan kolaborasi dan kewirausahaan.

Sejumlah strategi disiapkan untuk mencapai visi tersebut, di antaranya:

  • Good governance dan tata kelola yang inklusif.
  • Akselerasi proses pembelajaran dan capaian akademik.
  • Pembukaan program studi baru.
  • Penyeimbangan beban kerja akademik.
  • Dukungan fasilitas riset untuk publikasi internasional.
  • Peningkatan kompetensi relevan melalui kerja sama industri kreatif.
  • Penguatan atmosfer kewirausahaan dalam kurikulum.

Program Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Riset

Di bidang pendidikan, Syahrur menawarkan gagasan inovatif berupa implementasi skripsi kreatif yang tidak hanya berupa penelitian tertulis, tetapi juga karya, produk, atau dokumentasi yang memiliki nilai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Selain itu, ia mendorong pendirian prodi baru, redesain kurikulum berbasis kewirausahaan digital, integrasi sertifikasi kompetensi nasional dan internasional, hingga program magang di industri kreatif dalam dan luar negeri.

Bagi mahasiswa, FIB UNAIR juga akan mengembangkan hibah kewirausahaan internal, memperluas joint class dan double degree, serta mengintensifkan program talent scouting untuk mendukung prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Pada bidang riset, Syahrur menekankan pentingnya pembentukan kluster penelitian budaya kreatif, pendampingan hibah riset internasional seperti Sumitomo dan Asia Foundation, serta hilirisasi penelitian ke platform digital seperti Wattpad dan KBMApp. Ia juga menargetkan pengembangan desa binaan sebagai bentuk kontribusi nyata fakultas terhadap masyarakat.

Roadmap 2025“2030

Gagasan Syahrur dituangkan dalam roadmap kepemimpinan selama lima tahun ke depan. Beberapa target penting di antaranya:

  • 2025: Fondasi dan konsolidasi, termasuk prodi baru, pilot project desa binaan, serta kurikulum berbasis digital dan kewirausahaan.
  • 2026: Digitalisasi dan hilirisasi awal, dengan fokus pada skripsi kreatif dan magang internasional.
  • 2027: Ekspansi penelitian, publikasi internasional, dan penambahan desa binaan.
  • 2028: Hilirisasi hasil riset serta lahirnya start-up budaya berbasis tugas akhir mahasiswa.
  • 2029: Keberlanjutan, dengan pencapaian prodi berstatus internasional dan penguatan inkubator bisnis fakultas.
  • 2030: Puncak, di mana Creative Digital Hub FIB ditargetkan menjadi pusat inovasi budaya di Indonesia dengan empat desa binaan mandiri serta minimal lima start-up budaya aktif berkolaborasi dengan industri kreatif nasional.

Komitmen untuk FIB UNAIR

Presentasi gagasan ini menjadi bagian penting dari proses seleksi kepemimpinan di lingkungan FIB UNAIR. Dengan visi besar menuju fakultas budaya kreatif yang berdampak, gagasan Syahrur diharapkan dapat memberikan arah baru bagi FIB UNAIR dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

AKSES CEPAT