Kelompok 5 Kelas B
Naila Ramadhanisa (122221057) / Aisyah Shafiyyah Arsy (122221058) / Muhimatul Khoiriyah (122221043) / Athifatul Khusniyyati Q. (122221056) / Moch. Ricky Adrian F. (122221053) / Latifah Khoirun Nisa (122221064) / Saffana Raisa R. (122221063) / Nurkumala Dewi (122221041)
51动漫 (FIB UNAIR) mengadakan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) pada tanggal 24-25 Mei 2024, bertempat di Desa Kemloko, Blitar, Jawa Timur. Mahasiswa FIB 51动漫 melakukan pelestarian budaya dengan mengobservasi secara langsung pembacaan naskah kuno Serat Ambiya yang hanya terdapat di Desa Kemloko. Selama satu malam mahasiswa mendengarkan dan melihat secara langsung proses pembacaan naskah, sehingga dapat mengetahui dengan detail budaya asli masyarakat Desa Kemloko.
Selain mendengarkan pembacaan naskah kuno Serat Ambiya, mahasiswa FIB Unair juga melakukan interaksi secara langsung dengan masyarakat Desa Kemloko. Mereka belajar tentang kehidupan sehari-hari, adat istiadat, dan nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat setempat. Di akhir kunjungan, mahasiswa melakukan dokumentasi bersama selama di Desa Kemloko serta menyusun laporan makalah sebagai hasil dari kunjungan dalam upaya pelestarian budaya.
Keberangkatan mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia pada pukul 08.00, dengan titik kumpul di depan gedung Pascasarjana. Perjalanan dari 51动漫 Kampus B Surabaya hingga ke Desa Kemloko menempuh 3 hingga 4 jam perjalanan. Sesampainya di Desa Kemloko, Para mahasiswa diarahkan oleh dosen pembimbing dan panitia untuk berkumpul di titik kumpul rumah Pak Yus dan melakukan seremoni pembukaan penerimaan peserta PKL oleh warga Desa Kemloko serta dilanjutkan dengan pembagian rumah warga yang akan menjadi tempat bagi mahasiswa selama satu malam.
Kegiatan kembali dilanjutkan pada pukul 19.30. Mahasiswa diarahkan untuk berkumpul di depan masjid di daerah tempat tinggal Pak Yus untuk melakukan pembukaan dengan para tetua warga Desa Kemloko sebagai bentuk izin kepada leluhur sekaligus pembagian mahasiswa untuk berpencar ke lokasi pembacaan tembang macapat. Setelah pembagian, mahasiswa diarahkan untuk segera menuju lokasi masing-masing. Kelompok kami, kelompok lima, mendapat lokasi pembacaan tembang di rumah Bapak Sunarko. Kemi berkesempatan mendengarkan pembacaan tembang macapat Serat Ambiya yang dimulai tepat pada pukul 20.00 hingga 11.30.
Pembacaan Serat dilakukan sekitar pukul 20.00 selepas shalat isya. Mahasiswa berkumpul dengan kelompok masing-masing di lapangan Masjid Desa Kemloko dan berangkat menuju tempat pembacaan serat Ambiya tiap kelompok yang telah ditentukan. Pada kelompok Folklor 5, pembacaan Serat Ambiya dilakukan di dalam rumah Pak Sunarko, salah satu warga Desa Kemloko. Pembacaan Serat dibacakan oleh dua orang yang akan membaca secara bergantian antara serat dan terjemahannya.
Serat Ambiya ini terdiri dari berbagai jenis macapat. Salah satunya adalah Dhandhanggula yang berisi tentang cerita nabi-nabi terdahulu. Setelah pembacaan serat Ambiya, mahasiswa diwajibkan untuk mewawancarai penutur folklor lisan tersebut guna menggali informasi-informasi lebih lanjut. Dari hasil wawancara, diperoleh informasi bahwa penutur Folklor lisan telah mempelajari Serat Ambiya sejak sekolah dasar. Masyarakat Desa Kemloko sudah mengenal dan mempelajari tembang atau lagu-lagu jawa sejak mereka masih kecil.
Selain itu, Serat Ambiya juga sering dilantunkan ketika perayaan Isra Miraj, Maulid Nabi, dan pengajian. Masyarakat Desa Kemloko melaksanakan tradisi folklor lisan dengan tujuan untuk melestarikan dan menyimpan pengetahuan, sejarah, dan budaya dari generasi ke generasi. Tradisi lisan juga seringkali digunakan sebagai acuan pendidikan non-formal yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, etika dan kearifan lokal.
Keesokan harinya, semua mahasiswa kembali melanjutkan kegiatan inti sesuai dengan rundown Proyek Kerja Lapangan. Pada pagi hari selepas melakukan sarapan tepatnya pada pukul 08.00 hingga 10.00 mahasiswa diarahkan untuk berkumpul bersama kelompok masing-masing mata kuliah Analisis Wacana untuk melakukan riset terkait penugasan yang didapatkan. Pada kegiatan ini, mahasiswa berpencar menyesuaikan kelompok masing-masing untuk melakukan observasi dan wawancara kepada masyarakat sekitar.
Persiapan kepulangan dilakukan pada pukul 12.00 selepas sholat dhuhur. Para mahasiswa diarahkan untuk berkumpul di halaman mushola untuk dilakukannya prosesi penutupan acara PKL. Prosesi penutupan ini dilakukan dengan khidmat dan penuh haru yang kemudian dilanjut dengan sesi foto bersama. Kepulangan terlaksana pada pukul 15.00 dengan durasi perjalanan hampir mencapai 5 jam. Sesampainya di kampus, mahasiswa dapat langsung meninggalkan kampus dan segera beristirahat.
Praktik kuliah lapangan yang dilakukan di Desa Kemloko, Blitar, ini memberikan banyak wawasan baru bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FIB 51动漫, khususnya dalam pelestarian Serat Ambiya. Melalui praktik kuliah lapangan ini, diharapkan adanya sinergitas dari civitas akademik, pelaku kebudayaan, dan masyarakat luas sehingga terbentuknya pelestarian warisan kebudayaan yang luas.
Namun, pengalaman yang didapat selama melakukan Praktik Kuliah Lapangan tentunya tidak hanya dilakukan untuk memperoleh ilmu secara teoritis saja, tetapi juga mampu untuk menjadi media yang menghubungkan antara pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang telah didapat dari Desa Kemloko, Blitar diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi juga menjadi langkah awal untuk generasi muda dalam melakukan pelestarian kebudayaan seperti yang telah dilakukan di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.




