51动漫

51动漫 Official Website

Exchange dan Wisuda Bersamaan: Legacy Lady untuk FIB

Lady Khairunnisa Adiyani saat menerima penghargaan dalam program Youth Innovation Summit (GYIS). (Foto: Dok Narasumber)

FIB NEWS – Sebelum resmi dikukuhkan sebagai wisudawan, mahasiswa program studi (MKSB) (FIB) 51动漫 (UNAIR), Lady Khairunnisa Adiyani, sempat menorehkan prestasi gemilang dengan lolos seleksi fully funded exchange dalam program Global Youth Innovation Summit (GYIS) yang diselenggarakan oleh Pemuda Mendunia. Program ini berlangsung pada Minggu-Rabu (15-18/6/2025) di Malaysia dan Singapura.

Selain itu, Lady juga sukses meraih gelar juara 1 Best Delegate dalam program tersebut. Ia dianugerahi medali emas oleh Prof. Zainal Abidin selaku Director dari Sejahtera Centre for Sustainability and Humanity International Islamic University Malaysia (IIUM).

Lady mengungkap bahwa prestasi ini adalah bentuk kontribusi terakhirnya. Meski sudah sidang, ia memilih menunda wisuda karena masih mengikuti seleksi exchange dan Duta Pendidikan dengan membawa nama FIB UNAIR. 淪elama ini saya lebih banyak berkiprah di tingkat nasional, sehingga saya ingin menutup perjalanan saya dengan capaian di kancah internasional. Oleh karena itu, sebelum resmi wisuda saya mengikuti seleksi sebagai Ambassador Puteri Pendidikan Jawa Timur dan exchange dengan membawa afiliasi UNAIR, ujarnya.

Program Pendidikan Inovatif

Dalam program tersebut, Lady sebuah menggagas proyek inovatif seputar pendidikan. Project yang mengantarkan saya menjadi delegasi terbaik adalah gagasan YouthEd Village Community, yaitu inisiatif pemuda untuk mengenalkan pendidikan berkualitas di desa-desa melalui platform digital, jelasnya. 

Selain berhasil menyabet gelar delegasi terbaik, proyek ini juga mengantarkan Lady bersama Tim Education II meraih empat penghargaan lainnya. Di antaranya 2nd Place SDGs Project Presentation, 3rd Place SDGs Project Video, 3rd Place Most Contributive Delegate yang diwakili oleh Rani, dan 1st Place Most Inspirational Leader yang diwakili oleh Hanifah.

Lady mengatakan bahwa capaian prestasi ini tidak lepas dari berbagai tantangan terjal yang harus dihadapinya. Dengan padatnya aktivitas, penyelesaian studi S2, prosesi wisuda, dan program internasional, Lady tetap bertanggung jawab atas langkah yang ia pilih. 

淏ahkan di tanggal 14 Juni, saya wisuda pagi hari, lalu sore harinya langsung berangkat ke Jakarta untuk flight ke luar negeri. Sebelum wisuda saya dalam kondisi fisik drop, sehingga seharian diharuskan istirahat di ruang medis dan hanya berdiri karena dipanggil sebagai wisudawan mewakili FIB UNAIR di Wisuda 252, ucapnya.

Meski begitu, esok harinya Lady langsung beraktivitas dengan mengunjungi National University of Singapore. Ini menunjukkan bahwa profesionalisme merupakan hal yang penting, meskipun harus wisuda dan berangkat exchange ketika kurang sehat, tetapi tetap berusaha menunjukkan yang terbaik.

Kontribusi Internasional

Pada akhir, Lady menyampaikan bahwa kontribusinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan akan terus berlanjut meski telah menamatkan studi S2. 淪aya ingin memperluas jejaring akademik global, mengikuti berbagai forum ilmiah, serta mempublikasikan hasil riset saya di jurnal bereputasi sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tuturnya.

Ia juga mengajak mahasiswa FIB UNAIR untuk berani mencoba menyumbangkan ide-ide inovatifnya di tingkat internasional. 淯ntuk yang baru mulai, jangan takut gagal dan merasa rendah diri, bahkan ketika ada orang yang menghina proses kita, kita harus dapat membuktikan dengan prestasi dan karya. Dunia luar itu luas dan kita anak FIB punya potensi besar untuk bersinar dan membawa manfaat bagi masyarakat luas, pungkasnya.

Capaian prestasi ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat yakni Quality Education.

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT