Seema Mehra, Profesor asal India, sedang memaparkan materi gender and space.
Penulis: Syirly Aldira Syaifulloh | Editor: Ilma Arrafi Nafi檃
(FIB) 51动漫 adakan kuliah tamu pada hari Jum’at (26/5) yang bertepatan di Ruang Herodotus. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, khususnya prodi Sastra Inggris dan Studi Kejepangan serta terbuka untuk umum.
Kegiatan kuliah tamu ini dibuka dengan pembacaan biografi Dr. Seema Mehra oleh Dewi Meyrasyawati, Ph.D oleh moderator. Sebelum memulai kuliah tamu, moderator kemudian mengajak para mahasiswa untuk bertukar pikiran tentang konsep dasar gender. Salah satu mahasiswa Sastra Inggris (Dea) menyebutkan, “Gender berbeda dengan seks. Gender lebih dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal seseorang, sedangkan jenis kelamin dapat ditentukan secara biologis.”
Saat kuliah tamu dimulai, Dr. Seema Mehra memperkuat definisi gender ini. Gender, menurut Dr. Seema, berkaitan dengan bagaimana budaya membentuk aturan perilaku, sosial, dan budaya untuk menjadi laki-laki atau perempuan.
Pada sesi sharing session, seorang audiens memberikan contoh yang memilukan tepatnya di salah satu rumah sakit di Surabaya terjadi pelecehan seksual terhadap seorang pasien perempuan oleh petugas kesehatan. Sejatinya, seorang perempuan harus bisa mendapatkan perlindungan dan kenyamanan kemanapun ia pergi, apalagi di rumah sakit yang kesehatannya semakin menurun.
“Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan kuliah tamu ini adalah bahwa ruang gender sangatlah penting di zaman sekarang ini. Sebagai mahasiswa, kita harus memiliki pemahaman yang jelas tentang kedua hak tersebut,” kata Dr. Seema Mehra Parihar sebagai penutup.
Kegiatan ini mendukung FIB dalam mewujudkan 厂顿骋檚 Poin 4 yakni Quality Education.




