51动漫

51动漫 Official Website

FIB UNAIR Gelar Workshop Pengajaran

FIB NEWS – Surabaya, 24 Oktober 2024, 51动漫 (FIB UNAIR) mengadakan workshop pengajaran bertema “Adapting Lesson Plans for Differentiated Learning in English Language Teaching” yang berlangsung di Ruang 302. Acara ini menghadirkan Uyun Nishar, M.A., seorang ahli dalam pengembangan konten platform Merdeka Mengajar, sebagai pembicara utama.

Workshop ini mengangkat isu penting mengenai efektivitas pembelajaran terdiferensiasi, terutama dalam mengakomodasi perbedaan gaya belajar. Misalnya, pelajar visual lebih responsif terhadap gambar, sedangkan pelajar auditori lebih menyukai penyampaian verbal. Namun, Uyun menjelaskan bahwa pengajaran yang hanya berfokus pada gaya belajar tidak selalu efektif dalam meningkatkan hasil belajar, seperti yang diungkapkan dalam penelitian-penelitian terbaru.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa pembelajaran terdiferensiasi bukan sekadar menyesuaikan materi dengan preferensi siswa, tetapi melibatkan strategi yang lebih luas seperti pembagian kelompok berdasarkan tingkat pemahaman. Misalnya, dalam pengajaran bahasa Inggris, siswa dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan hasil asesmen awal: satu kelompok untuk siswa yang lebih siap belajar topik yang kompleks, dan satu lagi untuk siswa yang membutuhkan dasar lebih sederhana. Guru kemudian menyesuaikan metode pembelajaran tanpa mengubah kompetensi utama yang ingin dicapai.

Strategi Pembelajaran Terdiferensiasi

Dalam sesi ini, Uyun juga memperkenalkan berbagai strategi pembelajaran terdiferensiasi, yang mencakup:

  • Diferensiasi Konten: Materi pelajaran dapat disesuaikan, misalnya satu siswa mengerjakan tugas yang lebih kompleks sementara yang lain menangani konsep dasar.
  • Diferensiasi Proses: Pengajaran dapat disesuaikan dengan variasi metode belajar, seperti kelompok kecil, tugas berjenjang, atau waktu yang fleksibel.
  • Diferensiasi Produk: Siswa menunjukkan pemahaman mereka melalui berbagai cara, misalnya dalam bentuk tulisan atau presentasi.

Peserta workshop juga diberi pemahaman bahwa strategi diferensiasi membutuhkan penyesuaian di lapangan yang didasarkan pada kebutuhan siswa. Uyun menegaskan bahwa pengajaran terdiferensiasi berfungsi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif dan 渂erpusat pada murid. Guru didorong untuk menyesuaikan pembelajaran berdasarkan hasil asesmen kognitif dan non-kognitif, memastikan setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dan menantang.

Kegiatan workshop ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

AKSES CEPAT