FIB NEWS , , 51 (FIB UNAIR) menggelar kuliah tamu bertajuk Pengantar Budaya dan Masyarakat Jepang pada Kamis, 28 Agustus 2025. Acara yang berlangsung di Ruang 302 tersebut menghadirkan narasumber Dr. Asmadi Bin Hassan, akademisi dari Universiti Malaya, Malaysia.
Dalam kuliahnya, Dr. Asmadi mengangkat tema yang cukup kompleks dan menarik perhatian, yakni kasus pembunuhan mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, yang dikaitkan dengan persaingan politik, sistem pemilihan umum, serta kontroversi seputar Unification Church.
Kasus Pembunuhan Shinzo Abe dan Dampaknya
Shinzo Abe tewas ditembak pada 8 Juli 2022 saat berpidato di Prefektur Nara. Peristiwa ini mengejutkan dunia karena terjadi di Jepang, negara yang dikenal memiliki kontrol ketat terhadap senjata api. Pelaku, Tetsuya Yamagami, mengaku dendam terhadap Unification Church, organisasi keagamaan yang menurutnya telah menghancurkan keluarganya.
Dr. Asmadi menjelaskan, kasus ini membuka tabir keterkaitan antara Unification Church dengan Partai Demokrat Liberal (LDP) Jepang. Hubungan tersebut sudah terjalin sejak era Perdana Menteri Nobusuke Kishi, kakek dari Shinzo Abe. Organisasi ini kerap memberikan dukungan politik, termasuk sukarelawan untuk kampanye dan bantuan finansial, demi mendapatkan pengaruh pada kebijakan publik.
Persaingan Politik dan Sistem Pemilu Jepang
Dalam paparannya, Dr. Asmadi juga menekankan pentingnya memahami sistem politik Jepang untuk melihat latar belakang kasus ini. Menurutnya, persaingan politik di Jepang mengalami perubahan besar sejak reformasi sistem pemilu 1994.
Sejak diperkenalkannya sistem campuran Single Member District (SMD) dan Proportional Representation (PR), politik Jepang semakin kompetitif. Partai politik harus bekerja ekstra keras merebut simpati pemilih, termasuk melalui dukungan kelompok eksternal, jelasnya.
Persaingan sengit ini, lanjutnya, membuat hubungan antara politisi dengan organisasi tertentu tidak bisa dihindari. Dukungan dari Unification Church menjadi penting karena mampu menyumbang tenaga sukarelawan dan jaringan sosial yang luas.
Kontroversi Unification Church
Kuliah tamu ini juga membahas kontroversi panjang Unification Church. Organisasi yang berdiri di Korea Selatan pada 1954 itu telah lama dikritik di Jepang karena praktik penjualan rohani yang dianggap merugikan banyak keluarga. Meski demikian, pengaruhnya tetap kuat, terutama karena kedekatannya dengan politisi sayap kanan Jepang.
Dr. Asmadi menekankan, kasus pembunuhan Abe menyoroti bagaimana politik praktis bisa memanfaatkan organisasi keagamaan demi kepentingan elektoral. Namun, praktik ini justru menimbulkan krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Kasus Abe menjadi cerminan bagaimana politik, agama, dan masyarakat saling terkait erat di Jepang modern. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa ekses persaingan politik bisa berdampak sangat luas, bahkan tragis, tambahnya.
Penutup
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa FIB UNAIR tidak hanya diajak memahami budaya Jepang secara umum, tetapi juga dinamika sosial-politik kontemporer yang memengaruhi masyarakat Jepang. Diskusi yang berlangsung interaktif ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa, khususnya mereka yang mendalami kajian Jepang, tentang bagaimana budaya, politik, dan agama saling berkelindan dalam membentuk realitas sosial suatu bangsa.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.




