FIB NEWS 51 (UNAIR) menyelenggarakan Presentasi Gagasan Calon Dekan Periode 20252030 pada Selasa, 26 Agustus 2025. Acara yang berlangsung di Ruang Chairil Anwar, FIB UNAIR, diikuti oleh seluruh sivitas akademika yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni.
Pada kesempatan tersebut, Lina Puryanti, Ph.D., menyampaikan gagasan kepemimpinannya dengan mengusung tema besar Together In and For the World.
Visi dan Komitmen Kepemimpinan
Lina menjelaskan tiga pilar utama dari tema tersebut. Pertama, Together, yakni komitmen membangun kepemimpinan kolaboratif yang bersinergi antara pimpinan, dosen, tendik, mahasiswa, alumni, dan mitra. Kedua, In, menekankan keterlibatan aktif FIB dalam komunitas global serta daya saing internasional yang sejalan dengan visi UNAIR sebagai entrepreneurial university. Ketiga, For the World, yang berorientasi pada kontribusi humaniora bagi kemanusiaan, mencakup empati, pemahaman lintas budaya, serta kesadaran sosial kritis.
Humaniora memiliki peran penting dalam menjawab tantangan globalisasi, digitalisasi, sekaligus kompetisi internasional. Fakultas Ilmu Budaya UNAIR harus menjadi pusat pengembangan pengetahuan yang inklusif dan berdaya saing global, tutur Lina.
Motivasi Pencalonan
Dalam presentasinya, Lina menyampaikan motivasi pencalonannya sebagai Dekan FIB UNAIR. Ia menegaskan komitmen terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi serta dedikasi untuk transformasi kelembagaan. Pengalaman sebagai Wakil Dekan Riset, Inovasi, dan Community Development (20202025) menjadi modal strategis untuk memperkuat budaya riset, jejaring akademik, dan inovasi.
Selain itu, Lina juga memiliki reputasi global, terbukti dari pengalamannya memimpin Airlangga Institute of International Conferences (AIIOC) dan menjadi bagian dari ICAS 13 (2024). Jejaring akademik internasional ini dinilai akan mempercepat langkah FIB UNAIR menuju internasionalisasi.
Lima Fokus Program 20252030
Untuk merealisasikan visinya, Lina memetakan lima fokus program strategis selama periode 20252030:
- Pengembangan Mahasiswa melalui program mobilitas internasional, Humanities Innovation & Creative Hub, serta integrasi kewirausahaan dalam kurikulum. Targetnya, 250 mahasiswa mengikuti program internasional dan 90% lulusan bekerja/berwirausaha dalam 6 bulan setelah wisuda.
- Penguatan Dosen mencakup riset kolaborasi internasional, percepatan jenjang akademik, hingga peningkatan publikasi bereputasi. Targetnya, publikasi meningkat 80% dan terwujud 20 riset kolaborasi global.
- Penguatan Tendik fokus pada digitalisasi layanan akademik, pelatihan profesional, dan penghargaan inovasi. Seluruh layanan akademik ditargetkan terintegrasi digital pada tahun ke-3.
- Internasionalisasi Fakultas meliputi global partnership, summer school internasional, kerja sama riset, serta pendirian China Studies sebagai prodi strategis.
- Hilirisasi dan Pengabdian Masyarakat menghasilkan karya humaniora yang terhubung ke industri kreatif, model bisnis sosial, serta pengabdian berbasis riset. Targetnya, 15 karya humaniora terhilirisasi dan 30 program pengabdian berdampak langsung pada masyarakat.
Menuju Fakultas Humaniora Global
Lina menekankan bahwa program-program tersebut akan menjadi langkah nyata dalam membangun FIB UNAIR yang unggul, berdaya saing global, sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat. Saya ingin FIB UNAIR hadir bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga aktif di panggung internasional, memberi kontribusi nyata melalui humaniora untuk kemanusiaan, ujarnya menutup presentasi.
Dengan gagasan ini, diharapkan FIB UNAIR semakin siap menjadi bagian penting dalam pengembangan ilmu budaya yang inovatif, inklusif, dan berorientasi global.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.




