51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

FIB UNAIR Menjadi Tuan Rumah Semnas dan Rakernas PROBSI 2025

Narasumber dan moderator dalam seminar nasional sesi pertama pada Selasa (21/10/2025). (Foto: Tim Panitia).

FIB NEWS “ Asosiasi (PROBSI) Cendekia sukses menggelar seminar nasional dan rapat kerja nasional (Rakernas) 2025 yang berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa hingga Rabu (21-22/10/2025) bertempat di Hotel Elmi, Surabaya.

Kegiatan seminar nasional tersebut memiliki tema besar, yaitu œMenimbang Kampus Berdampak, Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia secara Kolaboratif-Partisipatif serta Optimalisasi Pemanfaatan Akal Imitasi (AI).

Kegiatan itu menghadirkan Kepala Program Studi (Kaprodi), dosen, dan pakar Bahasa dan Sastra Indonesia dari seluruh Indonesia. Tujuannya untuk merumuskan arah kebijakan program studi di tengah dinamika teknologi dan perubahan kebijakan kementerian.

Menguatkan Humaniora di Tengah Perubahan Kebijakan

Ketua PROBSI Cendekia, Dr. Pujiharto, S.S., M.Hum., dalam sambutannya menyoroti tantangan bidang humaniora di tengah restrukturisasi kementerian. Ia menyebutkan bahwa isu utama PROBSI saat ini adalah Kampus Berdampak yang menggantikan isu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

œIsu yang dibahas PROBSI CENDEKIA yang sekarang setelah MBKM adalah kampus berdampak. Lalu ada pembagian menteri menjadi 3, dan kita ikutnya kemendiktisaintek. Jadi karena perubahan situasi yang bergerak cepat, kita ada desakan untuk menginisiasi pendirian LAM HUM, ungkap Dr. Pujiharto.

Peran Forum untuk Standarisasi LAM HUM

Dekan (FIB) UNAIR, Dr. Syahrur Marta Dwi Susilo, S.S., M.A., Ph.D., yang juga membuka acara, menyambut baik forum tersebut. Acara tersebut diharapkan bisa sebagai sarana strategis untuk merumuskan standar bersama, khususnya terkait literasi digital dan standar kompetensi lulusan.

œKalau kita bicara tentang literasi digital anak-anak sekarang, tentu saja tidak perlu kita ajari karena sudah terbiasa dengan hal tersebut. Nah, yang perlu kita lakukan adalah mengarahkan. Itu merupakan tugas kita semua dan saya rasa forum ini sangat tepat untuk Bapak Ibu sekalian bisa merumuskan bagaimana capaian pembelajaran yang nantinya mungkin bisa diambil kesimpulan untuk suatu standard untuk LAM HUM, jelasnya.

Suasana Peserta Semnas dan Rakernas PROBSI Cendekia pada Selasa (21/10/2025). (Foto: Tim Panitia)

Memanfaatkan AI Sebagai Alat Bantu Pembelajaran

Pemanfaatan Akal Imitasi (AI) menjadi topik hangat dalam Seminar Nasional Sesi II. Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum., dari Universitas Diponegoro, dalam presentasinya mengenai “Mengkaji Film Gadis Kretek dengan Pembelajaran Kolaboratif-Partisipatif, Pemanfaatan AI, dan Kunjungan Edukatif ke Magelang,” mencontohkan bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk menjembatani kesenjangan pemahaman antara mahasiswa dengan realitas sejarah masa lalu.

œTeknologi pada saat masih bermanfaat pasti akan selalu digunakan. Seperti AI ini. AI bagaimanapun dapat memperkaya tools pembelajaran kita. Jadi AI bukan dihindari, tapi jadi alat bantu yang akan kita manfaatkan, ujar Dr. Sukarjo Waluyo.
Terciptanya kegiatan FIB UNAIR menjadi Tuan Rumah Semnas dan Rakernas PROBSI 2025 ini mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.

AKSES CEPAT