Potret salah satu stan yang ada di bazar dan pameran buku dies natalis FIB ke-27, yaitu Ruang Baca FIB (Foto: Istimewa)
FIB NEWS “ (FIB) 51¶¯Âþ (UNAIR) menyelenggarakan bazar buku dan pameran sebagai bagian dari rangkaiandies natalis FIB UNAIR ke-27. Kegiatan perdana tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu pada Senin-Selasa (1-2/12/2025) yang dilakukan di ASEEC Tower lantai 1.
Kegiatannya secara khusus menampilkan kolaborasi dengan berbagai penerbit dan toko buku, serta unit internal FIB. Terdapat tujuh stan yang meramaikan bazar, yaitu Airlangga University Press (AUP), Toko Buku Baki, Toko Om Buku, Pustaka Indies, Penerbit Sawiji, serta stan pameran dari unit internal, yaitu Museum Sejarah dan Budaya FIB UNAIR dan Ruang Baca FIB UNAIR.
Kolaborasi Penerbit dan Diskon Besar
Ketua koordinator pameran dies natalis FIB UNAIR 2025, Ilham Baskoro, membenarkan bahwa acara itu merupakan bazar buku yang pertama kali diselenggarakan oleh FIB di lokasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan penerbit itu bertujuan untuk menghidupkan kembali minat baca dan literasi di lingkungan kampus. œKita memang bekerja sama dengan beberapa penerbit di toko buku, seperti AUP, Pustaka Indies, dan lainnya, tuturnya.
Acara tersebut menarik perhatian pengunjung karena penawaran diskon yang kompetitif dari para partisipan. Ilham Baskoro menambahkan bahwa diskon yang ditawarkan cukup besar.
œUntuk diskon yang tersedia pun banyak. Contohnya di AUP mereka memberikan diskon 20% untuk buku cetak. Lalu dari Buku Baki itu ada diskon sampai Rp20.000. Itu untuk diskonnya memang besar-besaran, tambahnya.
Museum Sejarah Pamerkan Koleksi Berharga
Selain bazar buku, stan dari unit internal FIB, yaitu museum sejarah dan budaya, turut menyajikan pameran dengan nilai yang tinggi. Pameran tersebut bertujuan untuk memperkenalkan dan mendekatkan khazanah budaya serta arsip akademik kepada khalayak umum.
Melalui stan pameran tersebut, pengunjung berkesempatan melihat berbagai koleksi berharga dari museum, termasuk naskah kuno yang menjadi sumber kajian ilmu budaya. Kemudian ada senjata tradisional yang merefleksikan sejarah dan warisan budaya lokal dan masih banyak barang berharga lainnya. Kegiatan tersebut merupakan representasi nyata dari peran FIB sebagai pusat studi sejarah dan budaya.
Dengan demikian, kegiatan FIB UNAIR ramaikan dies natalis dengan bazar buku dan pameran tersebut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4, yaitu quality education.




