Stan Klepon/Dango dalam Pameran Riset MKSB: Menjauhi Rumah, Mendekati Rumah (Foto: Istimewa).
FIB NEWS Mahasiswa (MKSB) 51 () turut memeriahkan Dies Natalis FIB ke-27 melalui pameran bertajuk Menjauhi Rumah, Mendekati Rumah. Pameran yang merupakan bagian dari ujian akhir semester mata kuliah Kajian Mobilitas dan Perbatasan tersebut berlangsung di ASEEC Tower lantai 1 pada Selasa (2/12/2025).
Pameran itu merupakan refleksi atas perubahan budaya dan mobilitas manusia dalam kehidupan modern. Secara keseluruhan, terdapat enam stan yang menampilkan interpretasi tema tersebut. Salah satu stan yang menarik perhatian adalah Klepon/Dango: Segigit Bodily Memory. Lalu juga ada stan “Riveria & Stockholm”. Pameran itu melibatkan dua puluh mahasiswa MKSB, termasuk Theresia Christine Silalahi dan Catur Ratna pemilik stan Klepon/Dango.
Memori Tubuh dalam Rasa Klepon dan Dango
Salah satu stan yang menguji ingatan rasa pengunjung adalah Klepon/Dango: Segigit Bodily Memory. Di sana, pengunjung diajak menebak dua kudapan yang tampak serupa: Klepon dari Indonesia dan Dango dari Jepang.
Mahasiswa MKSB, Theresia Christine Silalahi, menjelaskan tujuan dari permainan tersebut. Kalau misalkan kalian bisa menebak berarti tahu rumahnya sendiri dan kalau salah menebak berarti orangnya tidak bisa menebak rumahnya sendiri, tuturnya.
Ia menambahkan bahwa konsepnya menunjukkan sejauh apa pun seseorang bepergian, pasti ada sesuatu yang familiar. Klepon dan Dango, meskipun berbeda budaya dan cara penyajian, memiliki kemiripan fisik. Hal itu menjadi objek penelitian tentang bagaimana memori tubuh bekerja saat identitas visual dua makanan dibuat serupa.

Stan Riveria & Stockholm dalam Pameran Riset MKSB: Menjauhi Rumah, Mendekati Rumah (Foto: Istimewa).
Mobilitas Ditemukan dalam Tas dan Sepatu
Stan lain yang juga tak kalah menarik adalah “Riveria & Stockholm” yang mengangkat tema mobilitas melalui benda-benda esensial saat bepergian, seperti tas dan sepatu. Barang-barang tersebut melambangkan perjalanan dan pergerakan. Tas dan sepatu melambangkan bepergian. Jadi kalau mau pergi barang yang paling utama itu tas dan juga sepatu, ujar Catur Ratna, salah satu mahasiswa MKSB.
Lebih lanjut, tas yang dipamerkan memiliki kejutan di dalamnya. Ketika dibuka, terdapat paspor yang secara eksplisit menandakan kesiapan untuk melakukan perjalanan. Selain itu, desain produk tersebut terinspirasi dari gaya Swedia yang menekankan nilai produk sebagai ‘teman perjalanan’ yang membawa langkah, cerita, dan kenangan pemakainya ke mana pun mereka pergi.
Dengan demikian, pameran riset MKSB FIB UNAIR: jauhi rumah, dekati rumah sejalan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu quality education.




