51动漫

51动漫 Official Website

Gagas Inovasi Green Aero-Solar System, Mahasiswa FIB Sabet Medali Perak

FIB NEWS – Mahasiswa 51动漫 (FIB UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, Nisya Azara Salsabila, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, berhasil meraih medali perak dalam perlombaan Mandalika Essay Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara Muda pada Sabtu (6/9/2025).

Nisya bersama tim yang beranggotakan lima mahasiswa lintas fakultas yakni, Nasywa Syauqiyah Azmi Basuki (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Hafshah Nur Halimatus Sa檇iyah (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Asyraf Risqullah Walfaizin (Fakultas Vokasi), dan Fatimah Dwi Meisha (Fakultas Vokasi) berhasil mencuri perhatian juri dengan gagasan inovatif bertajuk Green Aero-Solar System (GASS): Implementasi Aeroponik Vertikal Berbasis Otomatisasi dan Solar Cell sebagai Sumber Energi Bersih.

Gagas Inovasi Sistem Pertanian Modern

Dalam esainya, tim UNAIR menawarkan solusi holistik yang dirancang untuk mengatasi tantangan kritis pertanian di abad ke-21, yaitu keterbatasan lahan pertanian produktif dan kebutuhan akan sumber energi yang bersih dan berkelanjutan. Inovasi yang mereka gagas menggabungkan tiga pilar teknologi utama yakni sistem aeroponik vertikal, pemanfaatan energi surya, dan teknologi otomatisasi cerdas.

淚novasi yang kami gagas berangkat dari permasalahan semakin berkurangnya lahan subur untuk pertanian konvensional, terutama di daerah perkotaan atau padat penduduk, ungkap Nisya.

Nisya mengungkapkan bahwa inovasi mereka dapat menjadi solusi terpadu untuk menjawab isu krusial seperti keterbatasan lahan, krisis energi, inefisiensi pertanian, dan ketahanan pangan. 淜ami melihat inovasi Green Aero-Solar System (GASS) ini dapat menjadi bentuk langkah konkret untuk mendukung masa depan pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan adaptif, tambahnya.

Keunggulan pada Inovasi

Dalam esainya, inovasi GASS yang digagas oleh tim UNAIR menawarkan keunggulan pada sistem aeroponik vertikal yang memungkinkan budidaya tanaman tanpa tanah. Sistem aeroponik vertikal ini sangat hemat air, mengurangi kebutuhan air hingga 90 persen, dan dapat memaksimalkan penggunaan lahan.

Keunggulan inovasi yang ditawarkan selanjutnya yaitu penggunaan panel surya sebagai sumber energi utama. Selain itu, juga terdapat integrasi teknologi IoT (Internet of Things) untuk memantau kondisi lingkungan dan nutrisi secara real-time sehingga dapat meningkatkan presisi panen.

淢elalui GASS, kami menawarkan visi masa depan pertanian yang tidak hanya produktif dan menguntungkan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan mampu menjamin ketahanan pangan yang lebih baik, pungkas Nisya.

Prestasi yang berhasil diraih Nisya dalam Mandalika Essay Competition 2025 itu turut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu quality education.

Caption Foto: Nisya dan Tim saat menerima penghargaan dalam Mandalika Essay Competition 2025 (Dok. Narasumber).

Penulis: Rava Adistya Hanum

Editor: Selly Imeldha

AKSES CEPAT