Valentino Hariyadi membawa piala setelah memenangkan juara kedua lomba presentasi Bahasa dan Sastra Jepang (Foto: Istimewa).
FIB NEWS – Valentino Hariyadi, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, (FIB), 51动漫 (UNAIR) sukses meraih prestasi gemilang. Ia berhasil mendapatkan juara kedua dalam Lomba Presentasi Bahasa dan Sastra Jepang tingkat Jawa Timur tahun 2025. Perlombaan itu terselenggara pada Sabtu (20/9/2025) oleh Japan Foundation (JF).
Angkat Pemahaman Lintas Budaya
Dalam kompetisi bergengsi itu, Valentino mengangkat topik tentang pemahaman lintas budaya. Presentasi yang ia bawakan yakni mempelajari tentang kata 淥tsukaresama yang merupakan ungkapan bahasa Jepang untuk mengakui dan menghargai kerja keras serta usaha orang lain.
Saat namanya diumumkan sebagai juara kedua, Valentino mengaku perasaannya campur aduk. “Jujur awalnya kaget dan enggak nyangka bisa juara dua,” tuturnya. Dengan melalui persiapan yang cukup singkat, ia akhirnya berhasil membuktikan kerja kerasnya. Pasalnya, di luar lomba, ia juga disibukkan dengan kegiatan lain seperti kepanitiaan maupun Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) jurusan.
Lalui Persiapan yang Cukup Singkat
Valentino kemudian menuturkan bahwa proses persiapannya hanya berlangsung dalam enam minggu. Selama periode ini, ia beruntung mendapatkan pendampingan dan sesi konsultasi rutin dari dosen. Empat minggu pertama, ia fokuskan untuk membuat materi presentasi. Selanjutnya, dua minggu terakhir ia gunakan untuk latihan persiapan jelang kompetisi.
Menurutnya, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah manajemen waktu. Namun, berkat bantuan dan dukungan dari dosen serta teman-teman, ia bisa menyesuaikan jadwal untuk lomba dan kepanitiaan. “Selama proses latihan, saya selalu mendapat feedback dari dosen maupun native speaker. Hal itulah yang membantu saya untuk upgrade diri dan membuat saya semakin percaya diri,” jelas Valentino.

Dokumentasi penyerahan hadiah kepada juara di ajang lomba Presentasi Bahasa dan Sastra Jepang tingkat Jawa Timur ke-4 tahun 2025 (Foto: Istimewa).
Rahasia Meraih Juara
Menurut Valentino, presentasi yang efektif tidak hanya bergantung pada isi, melainkan juga pada cara penyampaian. Ia mengungkapkan bahwa kunci utama dari keberhasilannya adalah menyukai materi yang dipresentasikan dan menyelipkan pengalaman pribadi di dalamnya.
“Dengan begitu, saya jadi bisa membayangkan, saya menyampaikan hal yang saya sukai layaknya percakapan biasa tanpa gugup. Menyelipkan pengalaman pribadi juga bisa memberi daya tarik atau ciri khas pada materi presentasi kita,” ujarnya.
Valentino pun membagikan nasihat praktis yang ia dapat dari dosennya dengan mencoba berlatih presentasi sembari jalan kaki. Menurutnya, kiat ini sangat membantunya dalam melatih intonasi agar terdengar natural seperti sedang mengobrol.
Bagi Valentino, lomba Presentasi Bahasa dan Sastra Jepang memiliki makna yang lebih dari sekadar persaingan. “Lomba sendiri bukan hanya ajang berkompetisi, namun juga ajang untuk meningkatkan skills kita,” tegasnya.
Keberhasilan Valentino Hariyadi dalam meraih juara dua Lomba Presentasi Bahasa dan Sastra Jepang ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu mewujudkan Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Penulis: Ainnur Ayu Nanda Agustin
Editor: Nur Khovivatul Mukorrobah




