FIB NEWS “ Dalam rangka membekali generasi muda dan pelaku UMKM dengan pemahaman strategis mengenai ekspor dan perdagangan global, Kementerian Ekonomi Kreatif BEM (FIB) 51¶¯Âþ (UNAIR) dan Komunitas Program Wirausaha UNAIR menggelar Workshop bertajuk œGo World Export 2025. Kegiatan tersebut sukses terselenggarakan pada Minggu (14/9/2025) di BSI UMKM Center, Tegalsari Surabaya. Tak hanya mahasiswa, masyarakat umum dari berbagai usia turut berpartisipasi dalam workshop tersebut.
Yanuar Nugroho, S.E., ., Ak., CA., selaku pembina KPMW UNAIR turut hadir menjadi tamu kehormatan dalam acara ini. Dalam sambutannya, Yanuar menekankan bahwa keberadaan kampus tidak boleh eksklusif hanya untuk mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti Workshop Go World Export 2025 harus menjadi jembatan agar ilmunya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
œKampus harus berdampak. Tidak hanya untuk mencetak mahasiswa menjadi entrepreneur, tetapi juga agar masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya, tegasnya.
Dengan mengadakan acara edukasi yang melibatkan khalayak umum, mahasiswa turut memberikan dampak yang signifikan di kehidupan masyarakat.
Nilai Tukar dan Tantangan End Product
Workshop kali ini berhasil menghadirkan Ramadhan Pambayung Khalfani, , yakni Managing Director di CV. Indonesia Koneksi Global. Dalam pemaparannya, Ramadhan membuka diskusi dengan menjelaskan peran penting nilai tukar dalam sistem perdagangan internasional. Ia menyoroti adanya margin besar yang muncul dari selisih kurs, yang sering menjadi peluang sekaligus tantangan dalam ekspor.
œKetika kita bicara ekspor, kita bicara soal perbedaan nilai tukar, regulasi internasional dan yang paling penting end product. produk-produk retail kita masih terlalu sedikit di pasar global, ujarnya.
Menurut Ramadhan, selama ini Indonesia masih terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah yang nilainya jauh lebih rendah dibanding produk jadi. Padahal, dengan produk jadi atau end product, stabilitas ekspor dan daya saing bisa meningkat.
UMKM Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Lebih lanjut, Ramadhan mengungkapkan peran UMKM sangat krusial dalam mewujudkan visi Indonesia yang menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 6%. Ia menyoroti peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang mampu bergerak dengan lincah,
œSaya sepakat betul bahwa UMKM adalah penopang perekonomian dan pencipta lapangan pekerjaan. Ekspor tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tapi juga menggerakkan ekonomi desa, tuturnya.
Ramadhan turut membagikan pengalamannya dalam mempersiapkan ekspor tanaman herbalnya. Semua bahan tersebut ia beli dari pengepul tingkat desa. Ketika permintaan ekspor meningkat, para pengepul akan menarik warga desa untuk ikut terlibat dalam proses produksi dan pengumpulan barang sehingga membuka lapangan kerja baru yang dapat menggerakkan ekonomi wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, workshop ini membuka ruang diskusi untuk belajar lebih dalam mengenai regulasi, strategi hingga tantangan dalam berekspor. Peserta belajar dan menyerap ilmu langsung dari praktisi ahli di bidang tersebut. Acara ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dan masyarakat umum bersemangat dan siap untuk berkecimpung di dunia pasar global.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Pudja Safana Dwi Putri
Editor: Nadia Azahrah Putri




