Dokumentasi saat pertandingan cabang olahraga futsal.
FIB NEWS- Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) 51动漫 (FIB UNAIR) menggelar kegiatan tahunan yang bertajuk OLYMPIA 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Departemen Minat dan Bakat (MINBAK) yang berlangsung pada Jum檃t (25/04/2025) hingga Sabtu (24/05/2025). Acara ini menjadi ajang perlombaan non-akademik antar mahasiswa aktif Ilmu Sejarah angkatan 2021 hingga 2024, dengan rangkaian kompetisi olahraga dan seni.
Era Baru
Tahun ini, OLYMPIA mengangkat tema “Nea Epoch铆: The Rebirth of Olympia”, yang berasal dari bahasa Yunani dan berarti 渆ra baru. Tema tersebut menjadi cerminan semangat pembaruan dari pelaksanaan OLYMPIA sebelumnya. 淥LYMPIA 2025 kami kemas dengan persiapan yang lebih matang. Ini adalah bentuk evaluasi dan pembaruan dari penyelenggaraan sebelumnya, jelas Adiktya Raihan Rahman selaku Ketua Pelaksana OLYMPIA 2025.
Di tahun ini, terdapat empat cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu futsal, basket, badminton, dan e-sport (Mobile Legend). Cabang-cabang tersebut dipilih karena dinilai paling populer di kalangan mahasiswa serta didukung oleh fasilitas kampus yang memadai. Selain itu, keberagaman jenis pertandingan ini juga menciptakan ruang kompetitif yang seimbang bagi berbagai minat mahasiswa.
淢elalui OLYMPIA 2025, kami ingin membuka ruang bagi mahasiswa Ilmu Sejarah untuk mengembangkan bakat dan minat mereka di bidang non-akademik. Harapannya, melalui ajang ini mahasiswa bisa mulai menunjukkan potensi mereka dan kedepannya meraih prestasi di bidang yang mereka minati, jelas Raihan.
Tantangan dan Semangat
Tidak semua proses pelaksanaan berjalan mulus. Salah satu tantangan yang dihadapi panitia adalah menjaga koordinasi dan komunikasi antar angkatan. Memastikan keterlibatan setiap angkatan tentu membutuhkan strategi dan pendekatan yang tepat.
淜ami memang mengandalkan peran komting sebagai jembatan untuk menghadirkan partisipasi aktif dari setiap angkatan, ungkapnya. Ia menambahkan bahwa beberapa angkatan menunjukkan antusiasme tinggi, terutama angkatan 2024 yang menjadi peserta paling aktif. Meskipun masih terdapat tantangan dalam meratakan partisipasi, panitia memandang kondisi ini sebagai potensi untuk terus berkembang.
Selain itu, Raihan menyoroti tantangan administratif dan teknis, seperti pengurusan izin dan peminjaman tempat untuk pelaksanaan berbagai cabang lomba. 淧roses perizinan dan peminjaman fasilitas kadang tidak berjalan lancar. Tapi kami berusaha semaksimal mungkin agar semua rangkaian acara tetap berjalan sesuai rencana, imbuhnya.
Closing Party
Puncak kegiatan ditandai dengan pagelaran Sejarah Unjuk Bakat (SERIKAT) yang menampilkan berbagai bakat seni mahasiswa Ilmu Sejarah. Acara ini menampilkan band, menyanyi solo, membaca puisi, dan tampilan seni lainnya.
Dengan pelaksanaan yang lebih matang dan semangat baru, OLYMPIA 2025 diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. 淜ami berharap ke depan, partisipasi semakin luas dan kegiatan ini bisa menjadi menjadi kegiatan positif di kalangan mahasiswa Ilmu Sejarah, tutup Raihan.
Kegiatan OLYMPIA 2025 mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education.
Penulis: Priska Dwita Aulia
Editor: Mohammad Adif Albarado




