51

51 Official Website

Kajian SKI FIB Kupas Pendidikan Pranikah dan Parenting

Valina Khiarin Nisa S.Psi., . pada saat pemaparan materi

FIB NEWS Sentra Kerohanian Islam (SKI) (FIB) 51 (UNAIR) menghadirkan kajian pranikah kolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) dan Sentra Kerohanian Islam Psikologi. Kajian dengan tajuk Membangun Rumah Membentuk Generasi: Parenting dalam Bingkai Pernikahan tersebut sukses terselenggara di Masjid Nuruzzaman, Kampus B UNAIR pada Jumat (15/8/2025).

Kajian yang berfokus pada olah emosi, mental dan komunikasi dalam berumah tangga ini menghadirkan Valina Khiarin Nisa, S.Psi., . selaku dosen Psikologi UNAIR sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Valina menekankan pentingnya membangun keluarga yang tangguh dan berketahanan sejak awal.

Tentunya tidak ada keluarga yang sempurna dan tidak punya masalah. Namun, keluarga yang sejahtera adalah keluarga yang terpenuhi seluruh kebutuhan anggota keluarganya, baik secara lahir batin, spiritual dan finansial, ungkapnya.

Karakteristik Keluarga Tangguh

Valina menjelaskan bahwa memberi apresiasi dan kasih sayang kepada pasangan di depan anak merupakan salah satu pondasi untuk membangun keluarga tangguh. Anak merupakan pengamat yang baik dan akan mengikuti hal positif yang orangtuanya lakukan.

Anak belajar mengucapkan terima kasih bukan karena kita menyuruhnya. Kita bisa mulai mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi hal-hal kecil yang pasangan kita lakukan sehingga anak dapat mencontoh hal itu nantinya, jelasnya.

Membangun komunikasi yang positif juga dapat memperkuat hubungan rumah tangga. Dengan menjaga komunikasi yang baik, pasangan dapat menyamakan pandangan dan prinsip sehingga dapat mengurangi kesalahpahaman dalam mengasuh anak.

Olah Emosi dalam Rumah Tangga

Lebih lanjut, Valina menjelaskan bahwa seorang ibu akan sangat wajar mengalami tekanan dalam mengasuh anak. Pada dasarnya, mengasuh anak, memasak, mencuci dan pekerjaan rumah lainnya tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu. Peran suami sangat penting karena keduanya harus saling membantu dan terlibat untuk mengurangi stres serta tekanan dalam rumah tangga.

Mencuci dan memasak itu merupakan basic skills, kebutuhan dasar manusia yang bisa dilakukan oleh semua orang dan tidak terpaku gender, tuturnya.

Valina turut menyinggung bahwa sumber stres dalam keluarga kerap datang dari luar rumah. Menurutnya, tekanan pekerjaan atau aktivitas publik dapat berdampak pada suasana hati seseorang hingga terbawa ke lingkungan keluarga.

Penyebab stres kita terkadang karena terlalu lama berada atau bekerja di lingkungan publik, sehingga energi habis di sana dan perasaan negatif itu terbawa hingga ke rumah. Oleh karena itu netralkan perasaan kita sebelum bertemu dengan pasangan dan anak di rumah, imbuhnya.

Kegiatan Kajian Pranikah SKI FIB UNAIR ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

Penulis: Pudja Safana Dwi Putri

Editor: Arina Nida Arussyda

AKSES CEPAT