Deri Bayu Setiawan Saat Menerima Penghargaan pada Kejuaraan Jujitsu Universitas Muhammadiyah Ponorogo Open Tournament Ke-IX tahun 2025. (Foto: Dok. Narasumber).
FIB NEWS “ Mahasiswa 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Deri Bayu Setiawan berhasil memborong dua piala sekaligus dalam kejuaraan Jujitsu.
Deri sukses meraih Juara 1 kategori Contact System kelas 53 Kg Putra pada Kejuaraan Jujitsu Universitas Muhammadiyah Ponorogo Open Tournament Ke-IX tahun 2025. Kemenangan kedua yang berhasil ia peroleh yakni Juara 3 kategori Newaza System kelas 56 Kg Putra pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Timur (Pomprov) III tahun 2025.
Persiapan Latihan dan Tantangan
Di balik keberhasilan Deri yang sukses membawa pulang dua piala sekaligus, terdapat berbagai tantangan dan proses panjang yang berhasil ia lewati. Mahasiswa semester enam itu menyiapkan diri dengan menjalani latihan intensif agar dapat mengikuti pertandingan dengan baik. Sejak awal semester, Deri telah melakukan latihan rutin bersama UKM Jujitsu UNAIR. Ia juga menambah porsi latihan sendiri di rumah untuk persiapan Pomprov.
œUntuk proses latihan sebenarnya penuh drama dan perjuangan. Saya rasa persiapan dalam pertandingan kali ini sangat kurang matang, karena kompetisi ini hanya berjarak satu minggu dengan presentasi seminar proposal saya, tutur Deri.
Menurut Deri, tantangan selama proses menuju pertandingan yaitu mengatur waktu antara kegiatan akademik dan nonakademik. Ia juga harus menambah power otot dan berpikir untuk mengatur gameplane agar kurangnya berat badan tidak terlalu berpengaruh dalam pertandingannya. Meski banyak tantangan, ia tetap percaya dan memegang teguh bahwa usahanya tidak akan pernah mengkhianati hasil.
Makna Kemenangan
Saat tiba diumumkan sebagai juara, rasa senang tentu menyelimuti perasaan Deri. Namun, bagi mahasiswa semester enam itu, juara hanya berlaku saat di podium. Ia berprinsip bahwa ketika turun dari podium, seluruh peserta memiliki kedudukan yang sama. œPrinsip saya, jangan sampai sombong dan berpuas diri. Selanjutnya harus terus mencoba sampai apa yang kita inginkan tercapai, ungkap Deri.
Pihak keluarga pun turut bangga atas prestasi yang diraihnya. Begitu pula dengan kampus dan dosen pembimbing yang selalu mendukung mahasiswa untuk berprestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.
œSaya ingin menyampaikan terima kasih banyak kepada pelatih, orang-orang terdekat, dan sahabat saya yang selalu memberikan dukungan penuh. Berkat doa dan dukungan mereka, saya dapat terus membakar semangat untuk berproses di mana pun jalan yang saya lalui, tutur Deri.
Motivasi dan Pesan
Hal yang mendorong Deri untuk mengikuti kejuaraan Jujitsu ini berawal dari keaktifannya mengikuti perlombaan non akademik sejak SMP. Meski sempat ragu karena berat badannya belum memenuhi persyaratan, Deri tetap yakin dengan berbekal tekad dan kemauan yang tinggi. œSaya ingin terus menambah jam terbang dan menyumbang prestasi untuk UKM Jujitsu 51¶¯Âþ, ungkapnya.
Pada akhir, Deri menyampaikan pesan kepada mahasiswa UNAIR untuk memaksimalkan potensi diri dan jangan pernah lelah dalam berproses mengukir prestasi demi mengharumkan almamater 51¶¯Âþ. œTerus mencoba dan jangan takut gagal, karena kegagalan merupakan awal mula dari keberhasilan, pungkasnya.
Perjuangan Deri Bayu Setiawan meraih prestasi pada kejuaraan Jujitsu itu turut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu quality education.
Penulis: Rava Adistya Hanum
Editor: Selly Imeldha




