51动漫

51动漫 Official Website

Kuliah Tamu FIB UNAIR Bedah Soal Game dan Filsafat

Pembicara Dr. Olli Tapio Leino (kiri) dan Lastiko Endi Rahmantyo M.Hum. (kanan) sebagai moderator

FIB NEWS – (FIB) 51动漫 (UNAIR) kembali  menggelar kuliah tamu bertajuk Computer Games, Phenomenology and Existentialism. Acara yang berlangsung di Chairil Anwar ini menghadirkan Profesor Madya Dr. Olli Tapio Leino dari City University of Hong Kong. Kegiatan ini sukses terselenggarakan pada Selasa (29/4/2025).

Para dosen dan mahasiswa turut berpartisipasi aktif pada kuliah tamu ini. Salah satu dosen Bahasa dan Sastra Inggris, Lastiko Endi Rahmantyo M.Hum. berkesempatan menjadi moderator dan memimpin acara hingga akhir kegiatan.

Game dan Perspektif Pribadi

Prof. Leino membuka materi dengan mengajak audiens untuk merenungkan bahwa pengalaman bermain game tidak sama pada setiap individu. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah karena setiap individu memiliki latar belakang dan kondisi biografi yang berbeda. Meskipun para pemain menjalankan permainan yang sama, setiap orang akan mengartikan game tersebut dalam kacamata yang beragam.

淧engalamanmu selalu milikmu sendiri. Meskipun melihat layar yang sama, kamu melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Kamu melihatnya dengan latar belakang biografi sendiri yang kamu bawa, ujarnya.

Selanjutnya, Prof. Leino menyebutkan bahwa terdapat 2 pendekatan studi untuk mempelajari fenomena ini, yaitu melihat game secara objektif sebagai teks dan melihat game sebagai pengalaman yang bersifat subjektif. Pendekatan pertama berfokus menganalisis game sesuai dengan apa yang kita lihat tanpa melibatkan perasaan. Sedangkan, pendekatan kedua menjadikan pengalaman bermain game tersebut sebagai objek utama sebuah kajian.

Potret saat kegiatan berlangsung

Gender dan perubahan tren

Diskusi semakin menarik dengan salah satu pertanyaan dari audiens, Kamila, yang bertanya tentang tren perubahan desain game masa sekarang.  Ia menyoroti bagaimana game dulunya memberikan pengalaman bermain yang lebih kompleks dan menantang. Namun, kini menjadi cenderung lebih sederhana dan mementingkan penampilan semata. Ia juga mempertanyakan mengenai hubungan strategi industri game terhadap penyederhanaan game yang mayoritas penggunanya adalah perempuan.

Menanggapi hal itu, Prof. Leino merujuk pada literatur 淏arbie to Mortal Kombat karya Justine Cassell. Literatur tersebut membahas dinamika gender dalam budaya game. Ia menjelaskan bahwa struktur game saat ini mengalami naturalisasi, yakni pergeseran kepada permainan yang tadinya kompleks menjadi lebih instan dan mudah.

Prof. Leino menambahkan, desain game telah berubah seiring dengan kemajuan teknologi yang membuat masyarakat hidup lebih cepat dan hanya memiliki sedikit waktu untuk bermain game. Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi game saat ini menjadi lebih sederhana dan mudah. Ia berpendapat bahwa transformasi ini tidak hanya sebatas 減enyederhanaan permainan, tetapi merupakan cerminan dari beragam kebutuhan dan budaya digital yang terus berkembang.

淥rang-orang yang masa kecilnya dihabiskan dengan game, sekarang sudah sampai pada usia di mana mereka mungkin tidak punya waktu dan energi untuk memainkan game yang rumit. Ini adalah diversifikasi demografi pemain, ucapnya.

Kuliah tamu ini membuka ruang diskusi dari berbagai cabang ilmu seperti filsafat, media digital dan budaya yang kini kian berkembang. Audiens mendapat wawasan bahwa game tidak hanya semata-mata sebuah hiburan tetapi juga cerminan terhadap eksistensi, kebebasan dan identitas manusia.

Kegiatan kuliah tamu ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

Penulis: Pudja Safana Dwi Putri

Editor: Nadia Azahrah Putri

AKSES CEPAT