FIB NEWS – Surabaya, 27 Februari 2025, Mahasiswa inbound dari Chuo University, Jepang, menyelesaikan rangkaian kegiatan mereka di dengan presentasi dalam bahasa Indonesia. Presentasi yang berlangsung di Ruang Chairil Anwar ini dihadiri oleh Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya serta para mahasiswa dan dosen 51动漫 (FIB UNAIR). Salah satu mahasiswa inbound, Sota Okabe, membawakan materi tentang musik yang populer di Surabaya.
Dalam presentasinya, Sota Okabe mengungkapkan ketertarikannya terhadap musik Indonesia setelah berada di Surabaya. Ia memulai dengan membahas alat musik tradisional khas Indonesia, yaitu gamelan. Menurutnya, gamelan merupakan salah satu warisan budaya yang sangat unik dan telah diakui oleh UNESCO. Kata 済amelan berasal dari bahasa Jawa Kuno 済amel, yang berarti memukul atau menabuh. Gamelan biasanya terbuat dari perunggu dan memiliki variasi yang berbeda di setiap daerah, seperti gamelan Jawa dan gamelan Bali. Sota juga mengaku senang bisa mencoba memainkan gamelan bersama teman-temannya selama berada di Indonesia.
Selain gamelan, Sota juga menyoroti budaya karaoke di Indonesia. Sebagai mahasiswa Jepang, ia mengaku terkejut sekaligus senang saat mengetahui bahwa budaya karaoke juga populer di Indonesia. Ia bahkan sempat mencoba karaoke bersama teman-temannya di Surabaya. Sota membagikan pengalamannya menyanyikan lagu-lagu populer Indonesia, seperti “Cinta Satu Malam,” yang membuatnya semakin tertarik dengan musik lokal.
Sota kemudian membahas pengalaman menariknya saat mengunjungi Car Free Day di Surabaya. Ia mengamati banyak musisi jalanan yang tampil di acara tersebut untuk menghibur masyarakat dan mendapatkan penghasilan. Ia merasa kagum dengan bakat para pengamen yang memainkan alat musik dan bernyanyi dengan baik. Pengalaman ini semakin memperkaya pemahamannya tentang budaya musik di Indonesia.
Selain menikmati pertunjukan musik di Car Free Day, Sota juga berkesempatan untuk menampilkan musiknya sendiri bersama teman-temannya dari Chuo University. Mereka mengadakan pertunjukan langsung dengan menyanyikan lagu-lagu Jepang yang populer serta memainkan alat musik seperti gitar dan beatbox. Menurut Sota, salah satu lagu yang paling berkesan baginya adalah sebuah lagu Jepang dengan lirik yang berarti “Aku merasa bisa tetap hidup meskipun menghadapi berbagai tantangan. Aku ingin bertemu denganmu lagi di tempat ini.” Ia menyanyikan lagu tersebut dengan penuh antusiasme karena merasa liriknya sangat relevan dengan pengalamannya selama mengikuti program di Indonesia.
Di akhir presentasinya, Sota menyampaikan bahwa musik adalah jembatan yang dapat menghubungkan berbagai budaya. Ia merasa sangat senang bisa memperdalam pengetahuannya tentang musik Indonesia dan berharap dapat terus belajar lebih banyak tentang budaya Indonesia di masa mendatang.
Kegiatan presentasi ini tidak hanya menjadi ajang bagi mahasiswa inbound untuk melatih keterampilan bahasa Indonesia mereka, tetapi juga memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang. Fakultas Ilmu Budaya 51动漫 terus berkomitmen untuk menyediakan wadah bagi mahasiswa internasional untuk mengenal lebih dalam budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 17, yaitu quality education.




