Rohmatul Fardani Maulidia mahasiswa Ilmu Sejarah,Peraih Juara 1 Seni Ganda Tangan Kosong Dewasa Putri Kejuaraan Pencak Silat Ngawi Champions 3 Tahun 2025 (Dok.Narasumber)
FIB NEWS – Dedikasi, disiplin, dan keberanian mencoba hal baru menjadi kunci keberhasilan mahasiswa 51动漫 (FIB UNAIR). Rohmatul Fardani Maulidia atau akrab disapa Lily, berhasil meraih juara 1 dalam kategori Seni Ganda Tangan Kosong Dewasa Putri pada Minggu (20/7/2025) dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Ngawi Championship 3 Tahun 2025.
Perjalanan Lily di dunia pencak silat dimulai sejak 15 tahun. Ketertarikannya pada pencak silat tak lepas dari nilai-nilai filosofis dan kultural yang terkandung dalam aliran Pagar Nusa. 淧agar Nusa tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga mendidik tentang disiplin menghargai tradisi, dan menjaga keharmonisan fisik dan mental, ungkapnya.
Disiplin dan Komitmen
Persiapan menghadapi kejuaraan tersebut dilakukan secara intensif bersama rekan seni gandannya. 淜ami berlatih hampir setiap hari selama dua bulan, baik latihan fisik maupun teknik. Selain itu, kami juga memperkuat chemistry karena sangat menentukan dalam pertandingan kategori seni ganda, ungkapnya.
Dalam proses ini, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi kunci. 淎yah saya adalah sosok yang paling mendukung sejak awal. Tanpa nasihat, motivasi, dan doanya, saya mungkin tidak akan sampai di titik ini, ungkapnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pelatih, partner, dan teman-teman atlet yang terus memberi semangat.
Meski demikian, perjalanan menuju kejuaraan tidak selalu mulus. Tantangan muncul saat sesi latihan berbenturan dengan jadwal UAS. Lily harus pintar mengatur waktu agar kegiatan akademik dan non-akademik tetap seimbang. 淜ami menyesuaikan jadwal latihan, apakah sore atau malam, agar semua bisa berjalan maksimal, jelasnya.

Rohmatul Fardani Maulidia bersama patnernya saat perlombaan berlangsung (Dok.Narasumber)
Dedikasi dan Harapan
Dari seluruh proses tersebut, banyak momen berkesan yang ia alami, terutama saat membangun kekompakan dengan partner serta dukungan antar atlet di gelanggang pertandingan. 淢omen-momen itulah yang membuat saya semakin semangat dan merasa bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga keluarga, ujarnya.
Lily juga menyampaikan pesan untuk mahasiswa FIB dan generasi muda yang ingin menekuni pencak silat, khususnya kategori seni ganda. 淏agi yang sudah tergabung dalam pencak silat, jangan ragu mencoba hal baru seperti kategori seni ganda. Asalkan dijalani dengan sungguh-sungguh, pasti akan ada hasilnya, tuturnya.
Ke depan, Lily berencana untuk terus mengembangkan kemampuan di kategori seni ganda dan seni tunggal. Ia berharap dapat meraih prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional, sekaligus mengharumkan nama Universitas. 淪aya ingin terus berkembang dan berkontribusi melalui prestasi. Semoga ke depan saya bisa membawa nama UNAIR lebih baik lagi, tutupnya.
Pencapaian dari Rohmatul Fardani Maulidia ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education dan nomor 5, Gender Equality.
Penulis: Chesica Styo Helena
Editor: Mohammad Adif Albarado




