Rohmatul Fardani Maulidia, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah FIB UNAIR,meraih juara 1 dalam Kejuaraan Pencak Silat Ngawi Championship 3 Tahun 2025 (Foto: Istimewa)
FIB NEWS – Dedikasi, latihan intensif, dan keberanian menghadapi tantangan menjadi kunci keberhasilan mahasiswa 51动漫 (FIB UNAIR), Rohmatul Fardani Maulidia atau akrab dipanggil Lily, berhasil meraih juara 1 dalam kategori Seni Ganda Bersenjata Dewasa Putri pada Minggu (20/7/2025) dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Ngawi Championship 3 Tahun 2025.
Lily menjelaskan bahwa motivasinya mengikuti cabang ini berawal dari keinginan menguasai teknik pencak silat bersenjata secara menyeluruh. 淪aya ingin meningkatkan kemampuan dalam bela diri sekaligus meningkatkan ketangkasan dan koordinasi bersama patner ganda saya dalam penggunaan tiga senjata, ujarnya.
Persiapan dan Teknik
Dalam persiapan untuk kategori bersenjata membutuhkan latihan intensif dibandingkan seni ganda tangan kosong. Lily menekankan pentingnya membangun chemistry, menguasai teknik dasar senjata, dan menjaga keselamatan saat berlatih. 淟atihan ini meliputi koordinasi gerak kaki dan tangan, presisi, dan keselamatan agar tidak mencederai diri sendiri maupun partner, jelasnya.
Lily mengembangkan beberapa teknik khusus, termasuk memainkan senjata dengan tepat, mengatur jarak dan waktu serangan, serta menguasai posisi senjata dan partner ganda. 淛urus yang kami tampilkan adalah hasil improvisasi saya dan partner. Kami selalu memastikan jurus aman tetapi tetap atraktif, ungkapnya.

Rohmatul Fardani Maulidia bersama Partnernya saat perlombaan berlangsung (Foto: Istimewa)
Tantangan dan Harapan
Menurut Lily, musuh terberat justru adalah diri sendiri. Ia menekankan bahwa penguatan mental menjadi kunci agar tetap fokus dan konsisten di setiap pertandingan. 淜ami berusaha menguatkan mental agar mampu menghadapi lawan yang lebih berpengalaman dan memiliki kemampuan lebih tinggi. Mampu mengatasi rasa takut dan tekanan dalam pertandingan sama pentingnya dengan teknik, ujarnya.
Lily memberikan motivasi bagi mahasiswa FIB UNAIR yang ingin mencoba cabang seni ganda bersenjata.滼angan takut mencoba hal baru, jangan menyerah mengejar mimpi, dan jangan hiraukan kata negatif orang lain. Yakinlah pada diri sendiri, ujarnya.
Menurutnya, di internal UKM kesempatan ini masih terbuka lebar karena belum banyak yang menekuni kategori tersebut, sementara di kejuaraan eksternal jumlah peserta juga tidak sebanyak seni tunggal tangan kosong. 淜esempatan akan datang bagi mereka yang berani melangkah keluar dari zona nyaman. Ini menjadi peluang bagus untuk mahasiswa yang ingin meraih prestasi di cabang yang masih jarang diminati, tutupnya.
Pencapaian dari Rohmatul Fardani Maulidia ini mendukung Sustainable Developmet Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education dan nomor 5, Gender Equality.
Penulis: Chesica Styo Helena
Editor: Mohammad Adif Albarado




