Ainnur dan rekan timnya saat menampilkan produk Zesty Jum dalam AYE Expo 2025 yang berlangsung di Halaman Balai Pemuda Surabaya pada Sabtu (5/7/2025). (Foto: Dok. Narasumber)
FIB NEWS “ Ainnur Ayu Nanda Agustin, mahasiswa 51¶¯Âþ (FIB UNAIR), turut berpartisipasi dalam kegiatan Airlangga Young Entrepreneur (AYE) Expo 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Karir, Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) UNAIR pada Sabtu (5/7/2025) di Halaman Balai Pemuda Surabaya.
Ainnur bersama dua rekan satu timnya, yakni Arina Miratul Faizah dari Prodi Kesehatan Masyarakat dan Syaian Maulana Kusuma Ramadani dari Prodi Teknologi Veteriner. Selama empat bulan, mereka mendapat pembinaan kewirausahaan, seperti pelatihan intensif, pendampingan, simulasi penjualan, hingga penilaian kesiapan usaha yang menjadi bagian dari rangkaian menuju kegiatan puncak AYE Expo 2025.
œSebagai mahasiswa baru, saya dan rekan tim saya tertarik ikut AYE Expo 2025 ini karena ingin mencoba hal baru. Awalnya kami mengira ini lomba bisnis, tapi ternyata justru program inkubasi kewirausahaan. Karena merasa tertantang, akhirnya kami memutuskan untuk lanjut, ungkap Ainnur kepada Humas Muda.
Inovasi Produk Zesty Jum
Dalam expo tersebut, Ainnur bersama tim menghadirkan produk Zesty Jum, selai berbahan dasar belimbing wuluh. Mereka menawarkan produk dalam tiga bentuk, yaitu selai kemasan 150 gram, kemasan mini 50 gram, dan potongan roti berisi selai yang siap dikonsumsi.
Gagasan produk tersebut berasal dari karya inovasi milik Arina, rekan satu tim Ainnur, yang sebelumnya belum dikembangkan secara komersial. Melalui program AYE, tim mengembangkan ulang produk tersebut dan mulai menjualnya sejak sesi praktik kewirausahaan pada Mei 2025.
œKami ingin mengolah belimbing wuluh yang biasanya hanya digunakan sebagai bahan masakan. Padahal, buah ini memiliki banyak manfaat. Ketika diolah menjadi selai, masa simpannya juga lebih lama, bisa mencapai satu bulan, jelas Ainnur.

Tiga varian produk selai Zesty Jum berbahan dasar belimbing wuluh yang diperkenalkan dalam AYE Expo 2025. (Foto: Dok. Narasumber)
Tantangan di Lapangan
Selama mengikuti program AYE, Ainnur bersama dua rekannya menghadapi berbagai tantangan, termasuk menjaga kekompakan tim antar fakultas. Meski banyak kelompok tidak bertahan hingga akhir, tim Zesty Jum berhasil menyelesaikan program secara penuh.
Pada hari pelaksanaan expo, tim juga menghadapi kendala dari sisi pengunjung. Sebagian orang mengira produk mereka adalah sambal karena kemasan dan warnanya yang mirip. Meski begitu, ada pula pengunjung yang tertarik dan membeli setelah mendapat penjelasan langsung. œItu membuat kami senang karena ternyata masih ada yang tertarik dengan produk inovatif seperti ini, ujar Ainnur.
Sebagai mahasiswa FIB, Ainnur meyakini bahwa bidang sastra dan budaya tidak membatasi ruang gerak untuk berkarya dalam dunia wirausaha. Ia menilai kemampuan naratif, kreativitas, dan komunikasi merupakan modal penting yang dimiliki mahasiswa Sastra Indonesia.
Usai mengikuti program AYE, Ainnur dan rekan timnya berencana memperkuat strategi pemasaran Zesty Jum melalui media sosial agar produk tersebut semakin dikenal dan menjangkau lebih banyak konsumen.œCoba saja hal yang belum pernah kamu lakukan. Bisa jadi itu rezekimu. Bisnis bukan soal latar belakang, tapi soal keberanian untuk mulai dari apa yang kamu punya, tutupnya.
Keikutsertaan Ainnur dalam AYE Expo 2025 ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.
Penulis: Gustyosih Chesta Pramesti
Editor: Fania Tiara Berliana Marsyanda




