FIB NEWS – Surabaya, 1 Maret 2025, 51动漫 (FIB UNAIR) resmi menutup kegiatan mahasiswa inbound dari Kasetsart University, Thailand dengan sebuah presentasi yang berlangsung di Ruang Chairil Anwar. Dalam presentasi ini, mahasiswa memaparkan pengalaman mereka selama mengikuti program di Indonesia, salah satunya mengenai berbagai tempat bersejarah dan ikonik yang mereka kunjungi di Surabaya.
Museum Kematian 51动漫
Salah satu tempat yang dikunjungi mahasiswa adalah Museum Kematian yang berada di lingkungan 51动漫. Museum ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai berbagai konsep kematian dalam berbagai kepercayaan. Di dalamnya terdapat koleksi unik, termasuk artefak yang berkaitan dengan tradisi pemakaman dari berbagai budaya, serta kerangka manusia yang digunakan untuk keperluan akademik.
Museum 10 November
Mahasiswa juga mengunjungi Museum 10 November yang terletak di bawah Monumen Tugu Pahlawan. Museum ini didirikan untuk memperingati perjuangan rakyat Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945. Dengan koleksi dokumentasi foto, diorama, dan berbagai artefak sejarah, museum ini menjadi saksi bisu semangat juang masyarakat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Wisata Perahu Kalimas
Pengalaman unik lainnya adalah berwisata dengan perahu menyusuri Sungai Kalimas. Tur ini menawarkan pemandangan kota dari perspektif yang berbeda, melewati bangunan bergaya kolonial dan berbagai landmark penting yang mencerminkan sejarah panjang Surabaya sebagai pusat perdagangan dan transportasi sejak era kolonial Belanda.
Jalan Tunjungan
Mahasiswa juga mengunjungi Jalan Tunjungan, kawasan ikonik yang menjadi simbol sejarah dan modernisasi kota Surabaya. Jalan ini dulunya merupakan pusat perdagangan utama dan kini direvitalisasi oleh pemerintah agar tetap mempertahankan nilai sejarahnya. Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati suasana klasik, berfoto, dan menikmati berbagai kuliner khas Surabaya di kawasan ini.
Makam Peneleh
Destinasi bersejarah lainnya adalah Makam Peneleh, pemakaman peninggalan era kolonial yang diresmikan pada tahun 1847. Dengan luas sekitar 6,5 hektar, kompleks pemakaman ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tokoh-tokoh penting dari zaman Hindia Belanda, termasuk Gubernur Jenderal Pieter Merkus dan berbagai pejabat tinggi lainnya. Keberadaan makam ini menjadi bukti sejarah panjang Surabaya yang erat kaitannya dengan kolonialisme Belanda.
Kampung Tambak Bayan
Sebagai bagian dari eksplorasi budaya, mahasiswa juga mengunjungi Kampung Tambak Bayan, kawasan pecinan bersejarah di Surabaya yang telah ada sejak zaman kolonial. Kampung ini masih mempertahankan bangunan-bangunan lama yang dulunya digunakan sebagai tempat tinggal dan gudang perdagangan. Hingga kini, kawasan ini masih dihuni oleh keturunan masyarakat Tionghoa yang menjaga tradisi leluhur mereka.
Kegiatan presentasi ini menjadi momen refleksi bagi mahasiswa inbound dalam memahami lebih dalam budaya dan sejarah Indonesia, khususnya Surabaya. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa internasional yang tertarik untuk mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia serta menjalin hubungan akademik yang lebih erat antara 51动漫 dan Kasetsart University, Thailand.
Kegiatan ini mendukung Sustainabel Development Goals (SDGs) nomor 17, yaitu partnership for the goals.




