51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mahasiswa S2 Ilmu Linguistik Siapkan Tulisan Ilmiah Berbekal Mendeley dan Jurnal

Dokumentasi Peserta dan Narasumber Pelatihan Mendeley dan Akses Jurnal (Foto: Dok. Istimewa)

FIB NEWS “ Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Linguistik 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) sukses menggelar pelatihan Mendeley dan akses jurnal sebagai bekal penulisan karya ilmiah. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (18/2/2026) di ruang Chairil Anwar Gedung FIB UNAIR.

Pelatihan ini ditujukan terutama bagi mahasiswa Magister Ilmu Linguistik, juga terbuka bagi mahasiswa jenjang lain untuk ikut belajar. Panitia menghadirkan Nadia Tsaurah, S.IIP., pustakawan Ruang Baca FIB, sebagai narasumber. Selanjutnya, Siti Amina Rahmawati, S.S. memandu jalannya kegiatan.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Linguistik, Noerhayati Ika Putri, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan sambutan. Ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam mengelola referensi ilmiah sejak awal perkuliahan. œKegiatan ini kami harapkan bisa membantu mahasiswa menyiapkan proses karya ilmiah secara lebih terarah, ujarnya.

Akses Jurnal Ilmiah

Narasumber membuka sesi dengan mengenalkan layanan jurnal yang dapat diakses melalui akun institusi. Peserta mempelajari cara mengaktifkan OpenVPN agar tetap bisa mengakses basis data jurnal dari luar kampus. Nadia juga memperkenalkan beberapa portal jurnal yang dilanggan universitas, seperti ScienceDirect, SpringerLink, JStor, dan Taylor & Francis.

Menurutnya, masalah terbesar mahasiswa bukan soal kurang sumber, tetapi cara memilih sumber yang tepat. Ia menilai hal tersebut berisiko menurunkan kualitas tulisan ilmiah. œMahasiswa perlu tahu cara mengakses jurnal yang legal supaya sumber yang digunakan bisa dipertanggungjawabkan, jelasnya.

Selain itu, Nadia mengajak peserta memanfaatkan repository kampus sebagai sumber karya ilmiah civitas akademika. Ia menegaskan bahwa jurnal tidak hanya sekadar bahan kutipan, tetapi membantu mahasiswa membangun kerangka berpikir dalam menyusun tulisan ilmiah. œLewat jurnal, mahasiswa dapat belajar cara membangun argumen yang kuat dari hasil riset sebelumnya, tambahnya.

Suasana kegiatan Pelatihan Mendeley dan Akses Jurnal (Foto: Dok. Istimewa)

Kelola Referensi Digital

Pada sesi berikutnya, peserta mempelajari penggunaan Mendeley sebagai pengelola referensi. Nadia memandu peserta menyimpan file jurnal, mengatur metadata, hingga memasukkan sitasi langsung ke dalam dokumen. Ia juga memperkenalkan fitur web importer, watch folder, dan plugin Mendeley di Microsoft Word untuk memudahkan pengelolaan referensi.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan referensi sering menjadi persoalan ketika mahasiswa mulai menggunakan banyak sumber bacaan. Menurutnya, tanpa alat bantu, proses penulisan bisa memakan waktu hanya untuk mengatur sitasi dan daftar pustaka. œDengan Mendeley, mahasiswa tidak perlu lagi menulis daftar pustaka secara manual satu per satu, katanya.

Ia menilai aplikasi pengelola referensi ini membantu mahasiswa menjaga konsistensi sitasi sekaligus mengurangi kesalahan teknis dalam penulisan. Peserta mengikuti simulasi penggunaan Mendeley dengan contoh jurnal dan buku digital yang telah disiapkan.

Kegiatan tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.

Penulis: Nuriya Ramadloni

Editor: Priska Dwita Aulia

AKSES CEPAT