Manuela Bernarda Serang Ikuti Program Magang di Onsen Ryokan Yano Matsumae, Jepang
Penulis: Aidatul Fitriyah | Editor: Ilma Arrafi Nafi檃
Manuela Bernarda Serang, mendapat kesempatan magang di , sebuah penginapan tradisional ternama di Jepang, terhitung sejak Selasa (18/4) hingga Senin (16/10) mendatang. Di sana dia belajar seluk beluk manajemen operasional hotel serta pengalaman berharga lainnya.
Internship itu dia dapatkan lewat program berasal dari lembaga pendidikan bahasa Jepang (JIPA), yang juga mitra prodi Studi Kejepangan. Dia tahu program tersebut melalui postingan halaman facebook milik prodinya.
Melalui program kerjasama antara UNAIR dengan Japan-Indonesia Program Akademik (JIPA), mahasiswa yang akrab disapa Nela itu mendaftarkan diri melalui form order sheet yang tertera di facebook Prodi Studi Kejepangan. Menurut Nela, mahasiswa yang berminat untuk mengikuti program tersebut harus mendapatkan persetujuan dari dosen wali sebelumnya. Kemudian, mahasiswa akan mengikuti dua tahap seleksi yaitu seleksi administrasi dan wawancara dengan pihak Jepang.
淯ntuk menghadapi kedua seleksi tersebut, aku senantiasa berolahraga secara rutin karena ada tes medical-check up untuk dokumennya dan tidak lupa berlatih kembali komunikasi Bahasa Jepang melalui Zoom dan review kosakata yang berkaitan dengan jobdesk-ku nanti. Ucap Nela.
淪elain itu, kita juga perlu mempersiapkan kemampuan bahasa Jepang dan mental berupa mindset kalau kita ke negara luar untuk belajar kebudayaan mereka dan hal-hal positif dari kebudayaan mereka. Dan yang tidak kalah penting, yaitu rajin-rajin eksplorasi atau cari tahu tentang program internship melalui akun prodi, senior atau teman-teman kalian yang sudah duluan ikut program internship. Terang Mahasiswa angkatan 2020 ini.
Dilansir dari wawancara, Nela mengaku terpukau dengan konsep dan nuansa yang diusung dalam tempat magangnya.
淵ang paling menarik adalah nuansa tradisional Jepang yang terdapat di dalamnya. Karena, tempat magang aku ini mengusung konsep onsen ryokan (tempat pemandian air panas alami ala Jepang dan penginapan tradisional ala Jepang), sehingga di dalamnya kita bisa melihat langsung yukata, haori dan obi (perlengkapan untuk mandi di onsen) dan mini museum yang berisikan benda-benda bersejarah area Kota Matsumae. Paparnya.
淪elain itu, lokasi magang sangat dekat dengan pantai Matsumae dan Matsumae kouen yang dimana ada kastil bersejarah milik klan Matsumae dan pohon bunga sakura. Uniknya lagi, disini setiap bulan April ada festival atau matsuri yang bernama Jinja. Imbuhnya.
Walaupun sempat alami shock culture dengan etos kerja orang Jepang yang sangat baik sehingga dapat dikatakan profesional dalam mengerjakan sesuatu, Nela mengaku mendapatkan banyak sekali pengalaman dan manfaat selama mengikuti program ini.
淛adi karakteristik orang Jepang ini kan kerja cepat dan teliti. Awalnya memang berat banget tapi lama-lama terbiasa dan merasakan dampak positifnya berupa karakter untuk memanfaatkan waktu dengan baik atau efisien. Selain itu, pengalaman ini membantuku meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang dan aku dapat merasakan vibes budaya Jepang secara nyata. Seperti, skema dunia kerja di Jepang yang dapat menjadi bahan referensi aku untuk berkarir di Jepang. Tentunya, juga nanti setelah program ini akan mendapatkan sertifikasi internship. Tambah Nela.
Nela berharap dengan mengikuti kegiatan ini, ia akan meningkatkan motivasi belajar bahasa asing, yaitu bahasa Jepang. Serta, open minded untuk belajar hal baru seperti budaya dari negara lain dan dapat menjadi jalan pembuka untuk membangun semangat berkarir di dunia internasional. 淚ntinya, kita harus semangat terus membuka wawasan terhadap pergerakan dunia dengan terus belajar menghadapi hal-hal baru. Tutupnya.
Pencapaian ini turut mendukung FIB dalam mewujudkan 厂顿骋檚 Poin 4 Quaility Education dan Poin 17 Partnership for the Goals.




