Foto bersama kegiatan MBB semester genap bersama HMD Bahasa dan Sastra Indonesia. (foto: dok. istimewa).
FIB NEWS – Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) 51动漫 (FIB UNAIR) kembali menghadirkan Mari Belajar Bersama (MBB), sebuah program belajar daring menjelang ujian tengah semester (UTS). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Perpustakaan dan Keilmuan (PUSKEL) yang dirancang untuk memperdalam pemahaman materi kuliah sekaligus membangun kebiasaan belajar yang suportif antar sesama mahasiswa. 淧rogram ini memang difokuskan untuk membantu teman-teman untuk memahami materi menjelang ujian, ujar Nur Khovivatul Mukorobbah, Ketua Divisi PUSKEL.
Program ini hadir sebagai respons atas kebutuhan mahasiswa, khususnya mereka yang merasa masih kesulitan memahami materi secara mandiri. Lewat MBB, mahasiswa diberi ruang untuk berdiskusi, hingga berbagi tips dan strategi menghadapi ujian.
Menariknya, program ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga mempererat hubungan antar angkatan. Diskusi yang santai tetapi berbobot, serta suasana belajar yang kolaboratif, membuat MBB terasa seperti belajar bersama teman, bukan sekadar kelas tambahan.
Jadwal Fleksibel dan Pendekatan Tutor Sebaya
MBB dilaksanakan selama lima hari secara daring melalui Zoom, mencakup sesi pagi, siang, dan malam. Sesi pagi dan malam hanya berlangsung selama dua hari, sementara sesi siang mendominasi pelaksanaan program. 淔ormat daring kami pilih agar semua mahasiswa bisa ikut tanpa terkendala tempat, Jelas Viva.
Program ini mengkaji sebelas mata kuliah inti yang relevan untuk angkatan 2023 dan 2024. Materi disusun berdasarkan kebutuhan mahasiswa serta pengalaman tutor yang merupakan kakak tingkat dari angkatan 2021 dan 2023.
Evaluasi, Regenerasi, dan Harapan Keberlanjutan
MBB merupakan program turunan dari kepengurusan himpunan sebelumnya yang sempat dijalankan oleh divisi Riset dan Keilmuan. Kini di bawah PUSKEL, program tersebut disempurnakan dengan pendekatan yang lebih adaptif, seperti jadwal yang lebih ringan dan formulir evaluasi setiap sesi untuk memantau efektivitas kegiatan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta memberikan respons positif. Masukan yang diberikan pun sangat konstruktif, mulai dari permintaan rekaman sesi hingga penambahan ice breaking agar suasana lebih menyenangkan dan tidak menegangkan. 淜ami menerima banyak masukan dari peserta. Dari nilai 1-5 rata-rata memberi nilai 4 dan 5, jelas Viva.
Aspek regenerasi juga menjadi perhatian utama. Tahun ini, mahasiswa angkatan 21 membimbing angkatan 23, dan angkatan 23 menjadi tutor bagi angkatan 24. 淗arapannya, mahasiswa angkatan 24 kelak bisa membimbing angkatan 25. Dengan begitu, program ini tetap hidup dan berkembang seiring berjalannya waktu, ungkap Viva.
Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), MBB mendukung poin ke-4 yaitu Quality Education atau Pendidikan Berkualitas. Program ini mendorong akses pembelajaran inklusif dan kolaboratif, memperkuat semangat belajar sepanjang hayat, serta memperkecil kesenjangan pemahaman akademik di antara mahasiswa.
Penulis: Naswa Thalita Zada
Editor: Selly Imeldha




