51动漫

51动漫 Official Website

Mengenal Nisekai, Ruang Berkembang Mahasiswa Basasjep

Salah satu program kerja Nisekai yaitu Tupat Sambel (Tukar Pendapat Sambil Belajar). (Foto: Dok Narasumber)

FIB NEWS51动漫 (FIB UNAIR) menyediakan berbagai wadah pengembangan diri mahasiswa, mulai dari organisasi, Badan Semi Otonom (BSO), hingga komunitas. Salah satunya yaitu Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang atau Nihon Gakusei Kai Airurangga Daigaku (Nisekai). 

Nisekai merupakan sebuah himpunan mahasiswa berbasis kekeluargaan yang berfokus pada kajian ilmu dan budaya Jepang. Nisekai terbentuk tahun 2006 bertepatan dengan peresmian program studi Bahasa dan Sastra Jepang (Basasjep) UNAIR. Tujuan utama dibentuknya Nisekai ialah mencetak mahasiswa dengan kualitas moral yang baik, keunggulan intelektual, dan kepekaan sosial. 

Sejalan dengan tujuan Nisekai, Ketua Nisekai periode 2024/2025 Challasay Cikalathayalla Aptana Bandoe mengusung beberapa misi sebagai langkah nyata. 淧ertama, melanjutkan dan mengoptimalkan kinerja kabinet sebelumnya secara rapi serta terstruktur. Kedua, menciptakan lingkungan yang komunikatif. Ketiga, memberi wadah bagi mahasiswa agar dapat mengekspresikan minat dan bakat mereka. Keempat, melakukan evaluasi rutin untuk memastikan setiap program berjalan sesuai rencana dan memastikan kontribusi setiap individu yang ada, jelas Tei, sapaan akrab ketua Nisekai itu.

Ketua Nisekai periode 2024/2025 Challasay Cikalathayalla Aptana Bandoe. (Foto: Dok Narasumber)

Program Kerja Unggulan

Ketua Nisekai 2025 itu mengatakan bahwa organisasi ini senantiasa menjaga komitmennya dalam mengembangkan potensi-potensi mahasiswa melalui inisiasi program kerja. Program-program ini dirancang agar dapat memberikan pengalaman langsung dalam manajemen kegiatan, membangun jaringan yang lebih luas, serta memperkuat kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat melalui berbagai kegiatan berbasis budaya dan edukasi.

Untuk itu, Nisekai selalu memastikan program kerja yang diusung relevan dengan kebutuhan mahasiswa. “Agar tetap relevan dengan kebutuhan mahasiswa, kami akan selalu cek kembali dan berpikir ulang tentang urgensi serta tujuan dilaksanakannya proker tersebut sebelum proker tersebut benar-benar akan dicantumkan ke dalam rapat kerja,” ujar Tei.

Terdapat tiga program kerja yang berturut-turut diselenggarakan oleh Nisekai, yaitu Sekolah Prestasi (Hishoukai), Tupat Sambel (Tukar Pendapat Sambil Belajar), dan Japanese World. Program kerja pertama, Sekolah Prestasi merupakan kelas penunjang pengembangan kemampuan mahasiswa dibidang akademik maupun nonakademik. Sekolah Prestasi terdiri dari beberapa kelas yang meliputi kelas kepenulisan, kelas public speaking, kelas futsal, kelas game Mobile Legend, kelas kanji, kelas shoudo (kaligrafi Jepang), dan kelas design/editing

Selanjutnya, program kerja kedua, Tupat Sambel merupakan sebuah seminar bersama alumni Bahasa dan Sastra Jepang yang bertujuan untuk memberi berbagai informasi kepada mahasiswa. Terakhir, program kerja ketiga, Japanese World merupakan ajang perlombaan akademik dan nonakademik bernuansa Jepang.

Sebagai penutup, Tei menyampaikan bahwa akan selalu menjaga kontinuitas program kerja. 淯ntuk menjaga program kerja tetap terlaksanakan dengan baik, kami akan merapikan dan menata kembali rancangan proker yang telah dibuat. Kami juga akan mempromosikan program kerja kepada para mahasiswa dan masyarakat luas, pungkas Tei.

Hadirnya Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang atau Nisekai ini mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Quality Education.

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT