51动漫

51动漫 Official Website

Mengusung Konservasi Air Berbasis Tradisi Lokal, BLM Bersama DLM FIB Raih Pendanaan Call for Pengmas SDGs UNAIR

FIB NEWS – Organisasi Mahasiswa, Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) bersama dengan Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) FIB berhasil meraih pendanaan dalam Call for Pengmas SDGs yang diselenggarakan oleh SDGs Center UNAIR pada Mei lalu. Tim Ormawa itu telah melewati serangkaian tahap linimasa mulai dari pendaftaran dan submission proposal hingga dinyatakan lolos seleksi pendanaan. Dalam seleksi pengajuan proposal SDGs, Tim tersebut bersaing dengan 34 pendaftar dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lainnya se-51动漫. 

Sustainable Action SDGs 

Sustainable Action menjadi tema besar kegiatan SDGs Center UNAIR dalam memberikan kesempatan Ormawa terpilih untuk berinovasi dan melakukan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Dengan Mengusung SDGs poin 6, Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak serta poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, Ormawa BLM bersama DLM FIB menginisiasi program KOMBINASI yang merupakan program Konservasi Sumber Air Berbasis Tradisi Lokal Sebagai Pemertahanan Kelestarian Air di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. 

Potensi Lokalitas Sumber Air Desa Claket 

Bukan tanpa alasan, program KOMBINASI bermula dari penelusuran potensi Desa Claket itu sendiri. Menurut salah satu Dewan Legislatif Mahasiswa delegasi FIB, Imam Gazi Al Farizi, yang juga selaku koordinator program memaparkan bahwa Desa Claket menyimpan sisi menarik yang perlu digali dari segi lokalitas terlebih dengan keberadaan potensi sumber-sumber air yang ada, budaya, dan tradisi yang masih dipegang masyarakat hingga kini.

“Desa Claket merupakan salah satu desa wisata, namun kita melihat ada satu hal sisi lain seperti sumber air. Potensi tersebut perlu dijaga dan dilestarikan seiring berkembangnya pula kawasan wisata. Kami pun berfokus pada konservasi air berbasis tradisi lokal melalui pengabdian masyarakat,” tutur Imam. Lebih lanjut Imam menjelaskan, “Tradisi yang masih terjaga di desa Claket adalah tradisi ngirim banyu yang juga berkaitan dengan pelestarian air di sana. Kami ingin mengulik lebih dalam,” imbuhnya. 

Tantangan Selama Pengerjaan Proposal

Meskipun pada awalnya BLM dan DLM FIB merupakan badan organisasi legislatif dan seluruh anggota tim berasal dari rumpun humaniora, namun komitmen sekaligus semangat mereka menjadi momentum kesempatan besar dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan turut menangani permasalahan-permasalahan di sekitar.  Menurut Imam, “Tidak banyak tantangan selama pengerjaan proposal sebab salah satu anggota ada yang tinggal di sekitar desa Claket, jadi terkait komunikasi dengan pemerintah desa maupun para stakeholder jauh lebih mudah dan efektif.” 

Harapan Tim Ormawa FIB dalam Pengabdian Masyarakat SDGs 

Kegiatan Pengabdian Masyarakat SDGs tidak hanya suatu pengabdian secara formal, tetapi juga suatu upaya berkelanjutan dan solutif bagi masyarakat. Tim Ormawa ingin masyarakat merasakan dampak dan kearifan lokal tetap menjadi identitas budaya. 

“Bagaimana tradisi ngirim banyu ini dapat dirasakan dan berdampak bagi masyarakat sebagai upaya mewujudkan poin-poin tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya poin ke-6 dan 17 dalam program kami,” pungkasnya. 

Diketahui, tim Ormawa FIB akan melaksanakan pengabdian masyarakat dengan menjalankan berbagai program yang telah disusun sesuai jadwal perencanaan proposal dari mulai awal Juli hingga pertengahan.

Penulis: Nur Khovivatul

AKSES CEPAT