51动漫

51动漫 Official Website

Pengmas SDGs, Tim Ormawa FIB Sosialisasi Penghijauan Bersama Aktivis Lingkungan

FIB NEWS – Melanjutkan program upaya konservasi air dalam pengabdian masyarakat, Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) berkolaborasi dengan Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) FIB UNAIR kini mengajak khalayak desa Claket untuk menjaga kelestarian sumber air melalui kegiatan sosialisasi pada Selasa (9/7/24). 

Sosialisasi dimulai sore hari di sekitar kawasan sumber air di desa Claket yang juga menjadi tempat wisata bernama sumber Bulus. Aktivis bidang pendidikan lingkungan hidup, Haris Fajar Kurniawan, turut hadir memberikan panduan mengenai pengelolaan sumber air dan jenis tumbuhan yang cocok ditanam di kawasan dataran tinggi salah satunya adalah bambu karena mampu menyerap air lebih banyak juga berperan penting dalam restorasi lahan untuk ekosistem yang berkelanjutan. 

Merasa kagum dengan potensi alam desa Claket, Haris terus menekankan pada pelestarian sumber-sumber air yang sudah terjaga di desa itu. Haris menyebut, “Sudah bagus daerah ini, kita perkuat lagi pada lingkungan dan budayanya,” ujar Haris. 

Pendekatan Unik Narasumber 

Narasumber membawakan sosialisasi dengan ringan dan santai. Haris, selaku penggerak komunitas Green Milenial, punya pendekatan unik untuk memecah suasana canggung selama penyampaian materi lewat tepuk konsentrasi. Haris mengatakan, “Dengan metode itu, saya bisa dekat dengan audiens di awal. Biasanya saya terapkan dalam mengedukasi terutama pada pendidikan dini tentang lingkungan dan cara itu cukup efektif.” Melalui cara itu, audiens dapat menyambut kegiatan dengan antusias. 

Persoalan Alih Fungsi Lahan Jadi Wisata

Potensi sumber daya alam yang ada dapat berdampak positif maupun negatif bergantung dari tindakan masyarakatnya. Seiring waktu, lahan dapat dimanfaatkan sebagai sektor perekonomian melalui berdirinya kawasan pariwisata, namun hal ini perlu diimbangi dengan basis lingkungan yang baik salah satunya dengan pemanfaatan sumber air untuk daerah resapan. 

Haris pun menyoroti alih fungsi lahan menjadi kawasan wisata. Ia juga berpesan, bahwa reboisasi atau penghijauan, perlu dilakukan dalam upaya menjaga kelestarian hutan serta sumber air kawasan ini. 

淗al ini penting dalam siklus hidrologi dan menjaga keseimbangan alam, meski sejauh ini belum ada alih fungsi lahan secara masif di desa Claket,” ujarnya.

Diskusi Interaktif 

Sosialisasi itu tidak hanya berfokus pada pemahaman teoretis saja, namun diisi dengan sesi tanya jawab interaktif antara narasumber, audiens, dan tim. Begitu pula, umpan balik yang disampaikan oleh perwakilan Komunitas Pemuda Pecinta Alam Desa Claket yang akrab disapa komunitas Komppack menegaskan, memang beberapa resapan di kawasan hutan hanya pembangunan saja, tapi perawatannya tidak ada.

“Padahal fungsi pentingnya adalah ketika curah hujan tinggi, tidak banyak mengikis air di daerah sini dan membesarkan sumber mata air di kampung bawah,” jelasnya.

Sejalan dengan SDGs poin ke-6 dan 17 

Program konservasi air dalam pengabdian masyarakat ini turut mendukung sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang direncanakan oleh pemerintah hingga tahun 2030 mendatang. Mengusung nama KOMBINASI, Konservasi Sumber Air Berbasis Tradisi Lokal Sebagai Pemertahanan Kelestarian Air di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini selaras dengan harapan poin SDGs ke-6 terkait Air Bersih dan Sanitasi untuk tujuan agar masyarakat dapat menikmati akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak, yang sangat penting untuk kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan lingkungan. 

Diperkuat pula dengan tujuan poin ke-17 SDGs tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan berfokus pada kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dalam mencapai tujuan SDGs secara efektif dan berkelanjutan.

Penulis: Nur Khovivatul

AKSES CEPAT