51

51 Official Website

MKSB UNAIR Adakan Seminar Nasional, Bahas Sastra dan Digital

Dr. Ari J. Adipurwawidjana (kiri) dan Arum Budiastuti, Ph.D. (kanan) dalam Seminar Nasional MKSB (Foto: Istimewa)

FIB NEWS (MKSB) Fakultas Ilmu Budaya () 51 (UNAIR) menggelar acara bertajuk Dari Buku ke Aliran Konten: Memahami Sastra dan Budaya di Era Digital pada Rabu (26/11/2025). Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Majapahit Lantai 5, Tower ASEEC.

Acara itu menghadirkan tiga narasumber dari berbagai universitas ternama di Indonesia dan membahas dinamika perubahan sastra serta budaya digital yang semakin cepat berkembang. Kegiatan berlangsung interaktif, menghadirkan banyak wawasan baru bagi peserta, terutama mengenai perkembangan sastra digital dan praktik pembacaannya.

Perkembangan Sastra dan Budaya Digital

Dr. Ari J. Adipurwawidjana dari Universitas Padjajaran membuka sesi dengan membahas sejarah perkembangan produksi teks. Ia menyoroti pergeseran dari tulisan tangan hingga era penerbitan modern. Setelah ada produksi massal berupa teks, kemudian ada produk digital, yang produksi massalnya bisa dilakukan tanpa perlu memiliki mesin cetak, ujarnya. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa cetak dan digital merupakan satu paket yang tidak terpisahkan karena keduanya berlandaskan prinsip produksi massal. Pemaparan tersebut berkaitan tentang kesinambungan antara tradisi literasi lama dan budaya digital masa kini.

Membaca Sastra Bermatra Jamak

Selanjutnya, Bramantio, M.Hum., dosen 51, mengajak audiens untuk melihat sastra digital dari perspektif bentuk dan pembacaan. Ia menekankan bahwa sastra tidak selalu identik dengan bahasa yang bermajas tinggi. Dalam bentuk-bentuk sastra sekarang pun mungkin ada noise atau gangguan di sana, ungkapnya. 

Menurutnya, setiap teks, baik cetak maupun digital memiliki struktur sintaksis yang memengaruhi cara pembaca membangun pemahaman. Ia juga mengajak audiens membiasakan diri dengan pembacaan awal yang kritis untuk memahami apa yang paling menonjol dari sebuah teks.

Dinamika Budaya Digital dan Analisis Konten Diaspora

Pemateri terakhir, yaitu Shuri Mariasih Gietty Tambunan, Ph.D., dari Universitas Indonesia, membahas budaya digital melalui kajian terhadap konten kreator diaspora Indonesia. Ia menyoroti bagaimana narasi yang dibangun para vlogger mencerminkan identitas Indonesia.

Ia mencontohkannya dengan menampilkan beberapa video dari vlogger Indonesia yang berada di luar negeri, salah satunya akun YouTube yang bernama Inong Sam. Melalui konten diaspora, kita melihat bagaimana budaya Indonesia dirawat, dinegosiasikan, bahkan dipertanyakan kembali di luar negeri, tuturnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan kritis juga sangat diperlukan untuk memahami pola representasi budaya yang muncul dalam ruang digital global.

Kegiatan MKSB UNAIR Adakan Seminar Nasional, Bahas Sastra dan Digital tersebut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada poin 4, yaitu quality education.

AKSES CEPAT