Joe Adi Yuanda, Kezia Elcamarie Kippuw, Achmad Faisal Bawafi, dan Rakanda Rasydan Prabaswara saat berada di Gedung Pro 1 RRI Surabaya (Dok. Duta FIB UNAIR 2025)
FIB NEWS – Ngobrol Bareng Komunitas (NGOBRAS) bersama Duta Fakultas Ilmu Budaya () 51动漫 (UNAIR) sukses terselenggara pada Senin (14/7/2025) di Gedung PRO 1 . Topik acara tersebut adalah “Budaya, Kampus, dan Generasi Muda: Kiprah Pemajuan Budaya FIB UNAIR bersama Duta FIB 2025.“
Acara tersebut menghadirkan tiga narasumber inspiratif dari Duta FIB UNAIR 2025, yaitu Rakanda Rasydan Prabaswara, Kezia Elcamarie Kippuw, dan Achmad Faisal Bawafi. Joe Adi Yuanda, penyiar Radio RRI Surabaya, turut andil sebagai host dalam diskusi ini yang mengungkap peran vital mahasiswa dalam menjembatani budaya tradisional dengan perkembangan zaman.
Kezia, Duta Favorit FIB 2025, membuka diskusi dengan menjawab pertanyaan pertama dari host. Ia menjelaskan tentang bagaimana generasi muda dapat membagikan kekayaan budaya Surabaya ke lingkungan sekitar mereka.
“Di UNAIR sendiri itu banyak sekali mahasiswa dari luar Surabaya. Di saat kita berkumpul jadi satu dengan perbedaan itu, pasti kita memiliki rasa bagaimana kita ingin mengenalkan budaya kita ke orang-orang sekitar kita. Jadi, dari diri sendiri,” ujar Kezia yang menekankan kesadaran personal itu modal utama.
Upaya Memajukan Budaya
Faisal, sebagai Duta Utama FIB 2025, menyinggung tentang program kerja yang dijalankan oleh Paguyuban Duta FIB. Ia menekankan bahwa Duta FIB mempunyai komitmen yang kuat dalam memajukan budaya di lingkungan kampus dan sekitar.
“Di dalam paguyuban Duta FIB mempunyai beberapa program kerja untuk bisa memajukan, mendukung, dan meningkatkan rasa kebudayaan untuk diri sendiri, fakultas, mahasiswa, maupun di civitas academica di UNAIR,” jelas Faisal.
Pentingnya kolaborasi juga menjadi sorotan utama. Rakanda, Ketua Paguyuban Duta FIB 2025, menegaskan bahwa upaya pemajuan budaya memerlukan sinergi dengan berbagai pihak. 淜olaborasi itu sangat penting. Kita juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti BEM, Fakultas, hingga pihak dari luar Fakultas, salah satunya Duta dari fakultas lain, tambahnya.
Peran Mahasiswa untuk Pemajuan Kebudayaan
Peran mahasiswa dalam pemajuan budaya tradisional dinilai sangat krusial. Dalam perbincangan tersebut, Faisal mengungkapkan bahwa peran mahasiswa dalam memajukan kebudayaan bukan hanya sekadar mempromosikannya, tetapi juga mengajarkan kepada mereka yang belum mengerti.
Sebagai langkah konkret dalam pemajuan kebudayaan, Rakanda mengungkap soal inisiasi penggunaan baju batik di acara-acara kampus. “Untuk langkah konkretnya salah satunya memakai baju batik di acara-acara tertentu, seperti di fakultas,” ujarnya.
Para Duta FIB juga memandang kolaborasi eksternal sebagai kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah Internasional. 淪ebagai contoh yaitu adanya student exchange. Saat ada mahasiswa dari luar negeri yang berkunjung ke FIB, kita juga mendapat tugas untuk menemani mereka. Nah, dari situlah kita bisa memperkenalkan budaya kita, tuturnya.
Cerita NGOBRAS Duta FIB UNAIR 2025 tersebut mencerminkan poin SDGs ke-4, yaitu Pendidikan yang Berkualitas (Quality Education).
Penulis: Ainnur Ayu Nanda Agustin
Editor: Selly Imeldha




