Dokumentasi Pasca Pengabdian Masyarakat di Kampung Makam Rangkah, Surabaya.
FIB NEWS – Mahasiswa baru 51动漫 (FIB UNAIR) bersama-sama lakukan pengabdian masyarakat di 4 kampung berbeda di Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 19 – 20 Oktober 2024 sebagai salah satu bagian dari rangkaian acara ospek jurusan Bahasa dan Sastra Inggris atau yang juga disebut sebagai DATE 2K24 (Days with EDSA).
Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat tersebut, para mahasiswa baru (maba) dibagi dalam sejumlah kelompok kecil dan ditempatkan di 4 kampung berbeda, yaitu Kampung Makam Rangkah, Kampung Batik Okra, Kampung Krembangan Bhakti, dan Kampung Plampitan. Kemudian, dengan bimbingan dan evaluasi dari mentor-mentor berpengalaman, para maba akan merencanakan sendiri materi berbahasa Inggris seperti apa yang akan mereka sampaikan, dan bagaimana menyampaikan materi tersebut melalui cara yang interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak kecil.
Materi yang diajarkan pun cukup bervariasi, mulai dari huruf alfabet, nama-nama buah, nama-nama hewan, dan lain sebagainya. Tentunya, pengajaran ini turut sejalan dengan komitmen FIB UNAIR dalam mewujudkan poin-poin SDGs (Sustainable Development Goals), salah satunya ialah poin nomor 4, yaitu Quality Education.
Melalui pengabdian masyarakat ini, para mahasiswa baru dapat belajar bagaimana berinteraksi langsung dengan masyarakat, terkhususnya ketika memberikan pembelajaran bagi anak kecil. Tidak hanya itu, diharapkan akan ada lebih banyak anak-anak di daerah Surabaya yang antusias dalam mempelajari bahasa asing dan paham akan pentingnya menguasai bahasa Inggris sejak usia dini.
Hanifa, salah satu mahasiswa baru program studi Bahasa dan Sastra Inggris turut menceritakan pengalamannya mengajarkan bahasa Inggris pada anak kecil saat pengabdian masyarakat berlangsung.
淎ku merasa lewat kegiatan pengmas ini banyak memberi pengalaman baru, juga membuka wawasan baru buat aku bahwa berbagi dan saling membantu itu sangat penting di lingkup masyarakat. Selain itu, kontribusi kecil dari para mahasiswa pun bisa membentuk sedikitnya semangat baru untuk para adik-adik, jelas Hani.
淚ntinya, kegiatan ini terasa sangat sepadan dengan persiapannya, lanjut Hani kemudian. Ia berharap, setelah pengajaran ini pun anak-anak tetap bisa mempertahankan semangat yang mereka punya dalam mempelajari bahasa Inggris.
Penulis: Audrey Itsnina Azzahra




