51动漫

51动漫 Official Website

Ulas Cara Efektif Mendapat Beasiswa Melalui Kuliah Tamu

FIB NEWS – Sabtu (23/11/2024), 51动漫 (FIB UNAIR) gelar kuliah tamu bertajuk 淓ffective Ways to Gain Erasmus Mundus Scholarship and Magister Degree of It. Pada kuliah tamu kali ini, prodi Bahasa dan Sastra Inggris menghadirkan salah satu alumninya, yaitu Annisa Wardhani sebagai pembicara. Kuliah tamu ini merupakan salah satu wujud nyata FIB UNAIR dalam mendukung poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-4, yaitu Quality Education.

Kuliah tamu dibuka dengan Annisa yang menceritakan tentang ketertarikannya untuk belajar di luar negeri, dan bagaimana ia memutuskan untuk mendaftar beasiswa S2 melalui program Erasmus Mundus. Pada awalnya, ia sempat mengikuti program pertukaran pelajar ke Kumamoto University dan Hanyang University saat masih menjalani program Sarjana, hingga kini akhirnya telah menuntaskan program Magister di University of Groningen, Ghent University, dan University of Eastern Finland.

Annisa menjelaskan bahwa ada bermacam-macam program beasiswa internasional yang dapat dipilih, seperti program AAS dari Australia, LPDP dari Indonesia, Fullbright dari US, Chevening dari UK, hingga program yang sempat ia ikuti, yaitu Erasmus Mundus dari Uni Eropa. Beasiswa Erasmus Mundus sendiri secara spesifik merupakan program beasiswa joint degrees yang diperuntukkan oleh mahasiswa program Magister dan Doktoral yang nantinya akan melakukan pembelajaran di beberapa universitas berbeda di negara-negara Eropa.

淪alah satu keunggulan dari beasiswa Erasmus Mundus adalah it covers full tuition fees, jadi tidak perlu khawatir untuk biaya pendidikan. Lalu juga ada biaya hidup sekitar 1000-1400 euro setiap bulannya, asuransi, dan beberapa biaya tambahan lain seperti biaya administrasi, tutur Annisa kemudian.

Lantas apa yang harus disiapkan? Annisa memaparkan bahwa informasi ini umumnya dapat ditemukan di laman web program atau universitas yang ingin dituju. Namun secara garis besar, hal-hal yang perlu disiapkan adalah transkrip nilai, motivation letter, Curriculum Vitae, surat rekomendasi, dan English Proficiency Certificate.

淧erlu diingat bahwa motivation letter harus disusun dengan bahasa dan juga tujuan yang jelas, dan tentunya akan lebih baik jika secara spesifik berkaitan dengan program studi yang diinginkan, paparnya.

Lebih lanjut, Annisa memaparkan tentang tips yang dapat diterapkan dalam memilih program beasiswa. Pertama, sangat penting untuk mencari tahu dan memahami betul tentang program yang diinginkan dan ketentuan-ketentuan yang perlu diperhatikan, baik melalui internet maupun datang langsung ke pameran-pameran khusus pendidikan lanjut. 

Setelah menemukan daftar program yang cocok, Annisa turut menyarankan untuk memilih program yang paling sesuai dengan kemampuan dan ketertarikan kita, karena bisa dibilang 2 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Tidak lupa juga untuk mengecek ketersediaan universitas dan negara yang berkaitan dengan program tersebut.

Pada akhir kuliah tamu, Annisa mempersilahkan beberapa mahasiswa yang hadir untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung lebih lanjut. Annisa menjelaskan bahwa selain karena ia menyukai travelling, ia memutuskan untuk menempuh studi lebih lanjut di luar negeri karena adanya keterbatasan cakupan bidang.

淜etika saya mencari tahu mengenai program Magister yang ditawarkan baik di Indonesia maupun di luar negeri, dapat dilihat bahwa program Magister yang berkaitan dengan bidang linguistik di Indonesia dapat dibilang terbatas dan masih terlalu general, dibandingkan dengan program Magister yang ditawarkan di luar negeri, yang mana jauh lebih spesifik. 

Lantas, hal ini lah yang membuat Annisa sadar bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh banyak negara di luar sana sudah jauh lebih maju dan berkembang dibandingkan dengan apa yang kita punya di Indonesia.

Penulis: Audrey Itsnina Azzahra

AKSES CEPAT