51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

PKKMB 2025: Perkenalkan Sejarah dan Perkembangan Fakultas

FIB NEWS 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) menyelenggarakan Persiapan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 pada tanggal 6“8 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat sejarah, prestasi, proyeksi masa depan, serta kehidupan organisasi kemahasiswaan di lingkungan FIB UNAIR.

Sejarah Panjang FIB UNAIR

Dalam materi PKKMB, mahasiswa diperkenalkan pada sejarah panjang berdirinya FIB UNAIR yang berakar dari Fakultas Sastra 51¶¯Âþ. Sejak berdirinya 51¶¯Âþ pada tahun 1954, sempat ada Fakultas Sastra yang berkedudukan di Denpasar. Namun, pada 1962 fakultas tersebut memisahkan diri.

Embrio pendirian Fakultas Sastra mulai terlihat pada tahun 1975 dengan didirikannya Laboratorium Bahasa, yang menjadi pusat pengajaran bahasa Inggris. Upaya ini kemudian berkembang dengan melengkapi fasilitas laboratorium serta perekrutan dosen-dosen bahasa dari berbagai perguruan tinggi.

Rencana pendirian Fakultas Sastra masuk dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) UNAIR 1980“1990. Pada tahun 1989, dua program studi resmi berdiri, yakni Bahasa dan Sastra Indonesia serta Bahasa dan Sastra Inggris. Kemudian pada 1998, Program Studi Ilmu Sejarah didirikan untuk memenuhi syarat minimal pendirian fakultas.

Akhirnya, pada 2 Desember 1998, Fakultas Sastra resmi berdiri berdasarkan SK Mendikbud No. 290/O/1998. Kepanitiaan pendirian kala itu diketuai oleh Dra. Siti Parwati Sumarto Danusugondho, M.Ed., yang kemudian dilanjutkan oleh Dra. Sudijah Soedarmo, M.A.

Perubahan Menjadi Fakultas Ilmu Budaya

Seiring perkembangan, Fakultas Sastra berkembang menjadi fakultas yang lebih luas cakupannya. FIB ingin didirikan Program Studi Sastra Jepang, yang kemudian resmi dibuka pada 2006. Melihat arah perkembangan ilmu, pada 10 April 2008, fakultas ini berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dengan SK Rektor No. 3292/J03/OT/2008.

Transformasi ini memperkuat peran FIB sebagai pusat kajian multidisipliner di bidang humaniora. Fakultas terus berinovasi, salah satunya melalui program fast track sejak 2015, yang memungkinkan mahasiswa S1 berprestasi melanjutkan S2 lebih cepat.

Tahun 2010, berdiri Program Magister Kajian Sastra dan Budaya, disusul Program S2 Ilmu Linguistik pada 2013. Saat ini, FIB juga telah membuka Program Doktor (S3) Ilmu Humaniora.

Prestasi dan Pencapaian

FIB UNAIR berhasil memperoleh pengakuan internasional dengan akreditasi FIBAA pada seluruh program studi S1 pada tahun 2022, yaitu Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Jepang, serta Ilmu Sejarah.

Prestasi lainnya adalah pencapaian peringkat global. Pada 2023, 51¶¯Âþ menempati peringkat 308 dunia dan peringkat 4 nasional, sementara FIB UNAIR masuk kategori 401“450 dunia dan peringkat 4 nasional.

Selain itu, sejak 2021 FIB UNAIR menerapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk belajar lintas prodi, magang dengan konversi maksimal 20 SKS, hingga pengakuan SKS untuk kegiatan ekstrakurikuler. Model ini menjadi bagian dari program Kampus Berdampak 2025, yang menekankan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.

Estafet Kepemimpinan

Perjalanan panjang FIB UNAIR juga tidak lepas dari kepemimpinan para dekan yang silih berganti membawa visi terbaik. Sejak 1999 hingga kini, fakultas telah dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Prof. Wahjoedi, S.H., C.N.; Drs. Heru Supriyadi; Drs. Aribowo, M.S.; Prof. Diah A. Arimbi, Ph.D.; hingga Prof. Dr. Purnawan Basundoro yang menjabat periode 2020“2025.

Bekal Awal bagi Mahasiswa Baru

Dengan bekal sejarah panjang, prestasi gemilang, serta proyeksi pengembangan yang berkelanjutan, PKKMB 2025 menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal jati diri FIB UNAIR. Harapannya, mahasiswa dapat berkontribusi aktif, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam membangun masyarakat melalui ilmu-ilmu budaya.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

AKSES CEPAT