Syahrur Marta Dwisusilo, Ph.D. dan Nunuk Endah Srimulyani, Ph.D. melakukan monitoring dan evaluasi mahasiswa internship di ANA Narita Airport Services (Foto: Istimewa)
FIB NEWS “ All Nippon Airways (ANA), salah satu maskapai ternama di Jepang dengan standar kelas dunia, memberikan kesempatan program internship kepada lima mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Jepang selama satu tahun di Bandara Internasional Narita, Jepang. Kelima mahasiswa tersebut tersebar dalam dua posisi di ANA Narita Airport Services. Pada posisi Passenger Service terdapat Bertha Vallencia H., Indi Haru F., dan Moch. Rangga Pratama W., sedangkan Azka Aryadhika H., dan Ezra Artasasta S. ditempatkan di posisi Ground Handling Service. Program internship ini telah berjalan mulai Desember 2024 lalu dan akan berakhir pada Desember 2025 ini.
Kunjungan monitoring, evaluasi, dan diskusi perkembangan mahasiswa pada Rabu (26/11/2025) ini dihadiri oleh Dekan (FIB) 51¶¯Âþ (UNAIR), Syahrur Marta Dwisusilo, Ph.D., dan Nunuk Endah Srimulyani, Ph.D. selaku koordinator . Dengan didampingi langsung oleh Tomoko Nozawa dan Tomomi Murata selaku Direktur dan Manajer Human Resources ANA, rombongan UNAIR berkesempatan meninjau kegiatan internship para mahasiswa di Bandara Internasional Narita.
Perubahan Peserta Internship Menuju Lebih Profesional
Setelah hampir selama satu tahun menjalani program ini, ada banyak sekali perubahan yang dialami oleh para mahasiswa. Bertha yang berada di divisi Passenger Services Staff, yang dulunya waktu kuliah kalem dan pemalu, kini dengan percaya diri memandu rombongan FIB secara profesional serta menjelaskan fungsi berbagai ruang kerja di ANA Narita Airport Services. Sedangkan Azka yang berposisi di Ground Handling Staff berujar, œAwalnya saya cukup bingung dengan banyaknya istilah baru, tetapi perlahan memahaminya berkat belajar setiap hari. Tantangan terbesar adalah mengemudikan Towing Tractor dan proses marshalling yang membutuhkan kepekaan yang tepat. œhourensou (houkoku, renraku, soudan: lapor, hubungi, konsultasi) menjadi budaya yang sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman dan potensi kecelakaan di lapangan, tambah Ezra yang satu divisi dengan Azka.
Dalam kunjungan inipun, Syahrur dan Nunuk menyaksikan secara langsung kegiatan kerja peserta internship, khususnya Ground Handling Staff yang sedang bertugas di lapangan. Selama ini internship di ranah Ground Handling terkesan seperti angkat-angkat koper penumpang pesawat sehingga tidak membutuhkan keahlian khusus. Ternyata level internship Ground Handling di sini membutuhkan 10 tingkat lisensi yang harus dikuasai hingga bisa memarkir pesawat (measuring) dengan presisi. Hal tersebut memunculkan rasa kagum, haru, dan bangga terhadap mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Jepang yang dalam waktu satu tahun ternyata telah mampu menguasai keahlian mahasiswa diploma prodi Ground Handling di Jepang.

Mahasiswa internship bersiap untuk bertugas di tengah-tengah kegiatan monitoring (Foto: Istimewa)
œBekerja di ANA memberikan segudang pengalaman baru dengan tantangan besar yang menunggu. Meskipun ada ˜dinding bahasa™ yang tinggi, justru membuat saya ingin terus berkembang, ungkap Rangga. Indi juga dengan mantap menambahkan, œJika kamu merasa kesulitan atau belum bisa dengan pekerjaanmu, kamu harus berusaha dua kali lipat berusaha lebih keras lagi!
Nozawa dan Murata selaku Direktur dan Manajer Human Resources sendiri secara langsung memberikan banyak dukungan dan masukan bagi kelima peserta internship Prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR. Mereka berharap setelah melalui proses evaluasi perusahaan dan lulus dari UNAIR, peserta internship dapat kembali berkontribusi di ANA Narita Airport Services sebagai pekerja tetap. Dedikasi dalam mendorong kolaborasi internasional menjadi komitmen utama FIB UNAIR dan Prodi Bahasa dan Sastra Jepang. Inisiatif ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDGs) poin ke-4, quality education.
Penulis: Dhaniswari Ananta Ayu, M.Hum.




