UNAIR Berkain adalah kegiatan yang pertama kali dilaksanakan oleh 51动漫 dalam rangka memperingati hari batik nasional yang juga untuk memeriahkan pelaksanaan PIMNAS ke-37. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis 17 Oktober 2024 di Kampus C 51动漫.
Gelaran pawai berkain ini diikuti oleh 1000 orang civitas akademika 51动漫 yang berasal dari lintas fakultas, lintas generasi, para mahasiswa UNAIR, mahasiswa internasional, pejabat universitas, dan para alumni.
Dari 51动漫 (FIB UNAIR) sendiri diikuti oleh para dosen, pejabat Fakultas, tenaga Pendidikan, mahasiswa S1, hingga mahasiswa S2.
Romiana, mahasiswi , adalah salah satu pemenang pawai UNAIR berkain dari Fakultas Ilmu Budaya yang mengenakan batik Balikpapan Kontemporer.
淪aya mengenakan batik berdesain kontemporer dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yang juga merupakan hasil desain saya sendiri bersama tim saya di masa lampau, ujarnya.
Sebelum menjadi mahasiswa S2, Romiana merupakan seorang penggiat Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan dan pernah menjadi Sekretaris Umum Forum Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan yang bergerak untuk pengembangan produk ekonomi kreatif lokal.
Saat ini, ia juga menjadi peneliti tentang Batik Balikpapan dengan tujuan untuk terus mengembangkan kebudayaan lokal dan ekonomi kreatif di Kota Balikpapan sebagai jalur pengabdiannya untuk kota tercinta.
Oleh karena itu, ia sangat antusias mengikuti kegiatan UNAIR Berkain ini untuk memperkenalkan batik Balikpapan ke khalayak yang lebih luas, khususnya Akademisi, karena peserta dan penonton dari pawai ini berasal dari peserta PIMNAS se-Indonesia dan juga Civitas Akademika.
淪aya berharap melalui partisipasi saya dalam kegiatan ini dapat memperkenalkan batik Balikpapan secara lebih luas, mengingat para peserta yang hadir dalam kegiatan ini juga merupakan mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari seluruh Indonesia, ujarnya.
Dengan memenangkan UNAIR Berkain ini, ia yakin bahwa batik Balikpapan memiliki nilai estetika yang dapat terus dikembangkan agar dapat menjadi warisan budaya lokal ditengah gempuran globalisasi dan perkembangan pembangunan.
淪aya juga sangat senang, dengan menjadi salah satu pemenang Unair Berkain ini, artinya Batik Balikpapan juga dapat mencuri perhatian para juri. Dimana desain batik kotemporer dan styling yang saya kenakan ini dianggap unik.
Ia juga menambahkan bahwa menjadi seorang peneliti Batik, menjadikan ia semakin cinta pada wastra Indonesia ini. Mengingat Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan agar keberadaannya tetap terjaga hingga masa depan nanti.
Oleh karena itu, sebagai seorang pemudi Indonesia, ia mengajak seluruh muda-mudi Indonesia untuk tidak malu mengenakan batik. Batik yang lebih dikenal sebagai pakaian formal, saat ini ia kenakan dengan gaya casual dan tetap terlihat menawan. Padu padan pakaian batik dapat disesuaikan dengan kepribadian dan juga dapat disesuaikan dengan acara-acara formal maupun non-formal. Karena pakai batik itu Keren!




