Himpunan Mahasiswa (Hima) Magister Ilmu Linguistik 51动漫 (FIB UNAIR) baru sajamenyelesaikan kegiatan studi banding dengan mengikuti Joint Conference Linguistics Master’s Students 2024 yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya, Malang. Acara ini dihadiri oleh delegasi mahasiswa dari lima universitas terkemuka, yaitu 51动漫, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan Universitas Jember. Mengusung tema Exploring the Roles and Impacts of Linguistics Studies in Digital Era, konferensi ini menjadi ajang penting bagi mahasiswa linguistik untuk bertukar pikiran dan memperkaya wawasan terkait peran linguistik di era digital.
Dalam konferensi yang berlangsung selama satu hari penuh ini, para peserta membahas berbagai topik terkait penerapan studi linguistik dalam konteks digital. Tema ini dipilih mengingat pesatnya perkembangan teknologi yang berdampak pada perubahan dalam komunikasi dan studi linguistik. Topik-topik yang diangkat mencakup pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP), linguistik forensik di dunia maya, hingga dinamika bahasa dalam media sosial dan teknologi digital.
Kegiatan Joint Conference ini diisi dengan serangkaian sesi materi dari beberapa pembicara dan diskusi panel. Pembicara dalam kegiatan ini antara lain Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum. dari 51动漫, Dr. Sajarwa, M.Hum. dari Universitas Gajah Mada, Dr. Agus Sarono, M.Hum. dari Universitas Jember, dan Syariful Muttaqin, S.Pd., M.A., Ph.D. dari Universitas Brawijaya. Delegasi dari Hima Magister Ilmu Linguistik 51动漫 turut
berpartisipasi dengan mempresentasikan penelitian yang sedang mereka lakukan terkait topik sosio-pragmatik, etnografi komunikasi dan psikolinguistik.
Tidak hanya membahas topik akademik, konferensi ini juga menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk memperluas jaringan akademis dan profesional. Melalui studi banding ini, para peserta dari 51动漫 dan universitas lain dapat saling belajar tentang kurikulum, pendekatan pembelajaran, serta peluang kolaborasi penelitian di masa mendatang. Selanjutnya, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat jejaring akademis antar mahasiswa linguistik di Indonesia.




