FIB News – , 51动漫 (FIB UNAIR), sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Sastra dan Budaya di Era Digital” pada 17 September 2024. Acara yang berlangsung di Ruang Majapahit, ASEEC Tower, ini menghadirkan beberapa narasumber, salah satunya adalah Nur Wulan, Ph.D., yang memberikan wawasan mengenai perkembangan sastra di tengah revolusi digital.
Dalam paparannya, Nur Wulan, Ph.D., mengangkat tema besar mengenai pergeseran otoritas dalam dunia pengetahuan. Dengan berkembangnya internet dan teknologi, platform seperti Wikipedia, AI, dan Google telah mengambil alih peran otoritas tradisional seperti guru, dosen, dan pakar lainnya. Hal ini mempengaruhi cara orang mengakses dan memahami informasi, termasuk dalam dunia sastra.
Nur Wulan juga menyoroti fenomena the death of print, yang menunjukkan pergeseran dari media cetak menuju literatur digital. Perkembangan teknologi telah melahirkan apa yang disebut sebagai “networked society,” sebuah masyarakat yang bercirikan desentralisasi dan diversifikasi. Platform-platform online seperti Wattpad, Gravity Tales, dan Web Fiction Guide, menjadi contoh nyata bagaimana digitalisasi membuka peluang baru bagi penulis amatir maupun profesional. Di platform ini, siapa pun dapat menulis dan menjangkau audiens yang lebih luas, mengubah makna profesionalisme dalam dunia penulisan.
Salah satu topik menarik yang dibahas adalah Wattpad, sebuah platform penulisan yang memungkinkan penulis dan pembaca berkomunikasi secara asinkron. Menurut data Desember 2023, platform ini memiliki lebih dari 70 juta pengguna aktif bulanan dengan lebih dari 565 juta cerita original yang diunggah. Penulis, terutama perempuan dari tradisi pesantren, turut memanfaatkan platform ini untuk mengekspresikan diri dan memperkenalkan karya mereka.
Meskipun memberikan banyak peluang, Nur Wulan juga mengingatkan tentang risiko yang muncul dalam dunia sastra digital, seperti masalah kepemilikan dan plagiarisme, serta munculnya patron-client antara penulis dan pendiri platform. Meski demikian, seminar ini menyoroti betapa digitalisasi telah membawa angin segar dan tantangan baru dalam perkembangan sastra di Indonesia.
Dengan tema yang relevan di era digital, seminar ini membuka wawasan baru bagi peserta mengenai masa depan sastra yang semakin terhubung dengan teknologi. Kegiatan seminar ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.




