51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Serat Ambiya™: Warisan Budaya Lokal yang Dilestarikan di Kemloko

Pembacaan Serat Ambiya

Pada tanggal Jumat (24/05/2024) dan Sabtu (25/05/2024) mahasiswa 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) melakukan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Desa ini merupakan jendela budaya, karena Desa Kemloko adalah salah satu desa yang kaya akan tradisi-tradisi lokal, seperti Reog Bulkiyo, Jaranan, Sawunggaling, Jedor, dan Macapatan. Pada penelitian ini, objek yang diambil oleh mahasiswa mata kuliah folklor adalah tradisi Macapatan, yakni pembacaan Serat Ambiya yang dilakukan oleh para tokoh masyarakat Desa Kemloko.

Pembacaan Serat Ambiya ini merupakan salah satu perwujudan pelestarian budaya lokal. Serat Ambiya ini berisi kisah para nabi dan rasul.

Foto Serat Ambiya

Serat Ambiya™ sendiri ditulis menggunakan aksara pegon. Biasanya pembacaan Serat Ambiya dilakukan pada momen kelahiran bayi, yakni dari hari pertama lahir hingga hari ketujuh. Pembacaan Serat Ambiya™ dikhususkan untuk bayi yang baru lahir.

œAmbiyo ini hanya ditujukan untuk bayi yang baru lahir saja, biasanya para warga melakukan jagongan untuk membacakan Serat Ambiya™ ini  ucap salah satu warga Desa Kemloko.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada saat penelitian yakni penyaksian pembacaan Serat Ambiya, sesi wawancara, dan sesi dokumentasi. Pelaksanaan pembacaan Serat Ambiya oleh tokoh masyarakat pada saat PKL tersebut dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB hingga 02.30 WIB dini hari. Pembacaan Serat Ambiya sendiri diawali dengan berdoa kepada Tuhan YME dan bertawasul kepada para nabi, sahabat, dan pengarang Serat Ambiya yang dipimpin oleh tokoh masyarakat desa setempat.

Tradisi pembacaan Serat Ambiya bukan sekadar hiburan, melainkan sarana penting dalam pendidikan agama dan penanaman nilai-nilai keislaman, khususnya bagi generasi muda. Selain itu, juga memperkuat identitas dan kearifan lokal, serta membangun kelompok yang harmonis dan berakhlak mulia.

AKSES CEPAT