FIB NEWS – 51动漫 (FIB UNAIR) resmi memiliki jajaran pimpinan baru periode 20252030. Prof. Dr. Sarkawi, S.S., M.Hum., dipercaya sebagai Wakil Dekan I FIB yang membawahi bidang akademik, kemahasiswaan, dan alumni.
Dalam wawancara bersama Humas FIB, Prof Sarkawi menegaskan bahwa arah kebijakan yang ia jalankan tidak lepas dari visi universitas dan fakultas. 淰isi 51动漫 adalah menjadi universitas terkemuka nasional maupun internasional. Di FIB sendiri, visi kita menjadi fakultas yang mandiri, inovatif, serta pelopor pengembangan studi humaniora dan seni berlandaskan moral agama. Visi itu harus dijalankan secara kolektif, tidak bisa hanya oleh satu bidang saja, ujar Guru Besar Sejarah Revolusi itu.
Program Prioritas
Sebagai Wakil Dekan (Wadek) I, Prof Sarkawi berkomitmen melanjutkan dasar kebijakan yang telah diletakkan oleh Wadek sebelumnya. Ia menekankan bahwa harus ada peningkatan kualitas akademik melalui input mahasiswa yang lebih baik, percepatan masa studi, serta pengurangan masa tunggu lulusan. Selain itu, ia pun mendorong penataan struktur program studi (prodi) dan departemen. Adapun salah satu program strategisnya mendatang adalah pembukaan program studi baru.
淔IB UNAIR termasuk fakultas dengan jumlah program studi paling sedikit di Indonesia. Karena itu, kami tengah menyiapkan studi kelayakan untuk pembukaan prodi S1 baru, jelasnya.
Lebih lanjut, di bidang kemahasiswaan, Prof Sarkawi menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan sikap kritis mahasiswa terhadap isu kebijakan publik. 淪aya ingin mahasiswa terbaik di bidang akademik, tapi juga tetap kritis. Demonstrasi untuk mengkritik kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil itu penting agar kita tidak kehilangan idealisme. Namun prestasi akademik juga tidak boleh ditinggalkan, tegasnya.
Sementara di bidang alumni, ia turut mendorong sinergi yang lebih kuat antara fakultas dan alumni. 淎lumni kita sudah banyak yang sukses di berbagai bidang, baik nasional maupun internasional. Itu bisa menjadi jalan bagi adik-adiknya untuk bisa berkiprah, tambahnya.
Bekerja Maksimal Sesuai Tupoksi
Di sisi lain, Prof Sarkawi mengungkap beberapa tantangan yang kerap dihadapi FIB, mulai dari kualitas input mahasiswa, jumlah pendaftar prodi yang masih perlu ditingkatkan, hingga relevansi lulusan dengan kebutuhan zaman. 淪elain pendidikan akademik, mahasiswa perlu juga dibekali soft skill agar mampu bersaing untuk jenjang selanjutnya, tuturnya.
Meski begitu, ia optimis dengan potensi besar yang dimiliki FIB. 淜ita punya banyak dosen muda yang bersemangat dan memiliki jaringan luas, mahasiswa yang militan dan kreatif, serta alumni yang berprestasi hingga tingkat internasional, bahkan ada yang bekerja di PBB dan WTO. Itu semua modal penting untuk membawa FIB semakin besar, ungkapnya.
Pada akhir, Prof Sarkawi menyampaikan harapan agar seluruh civitas academica FIB dapat bekerja maksimal sesuai perannya masing-masing. 淢ari kita bekerja semaksimal mungkin sesuai tupoksi. Dosen dengan penerapan tridharma, tenaga kependidikan sebagai support system, dan mahasiswa dengan tekad menjadi yang terbaik. Jangan hanya jadi mahasiswa 3K, kampus, kamar, kampung, tapi juga perluas pertemanan dan jaringan. Itulah yang akan membuat FIB semakin maju, pungkasnya.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Nuri Hermawan




