51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Wadek III Dorong Penguatan Riset, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat

FIB NEWS51¶¯Âþ (FIB UNAIR) memaparkan rencana program kerja 2025“2030 pada Jumat, 19 September 2025, di Ruang Chairil Anwar. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi program studi yang ada di FIB UNAIR. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development, Dewi Meyrasyawati, S.S., M.A., M.Hum., Ph.D., menyampaikan strategi untuk memperkuat riset, publikasi, pengabdian masyarakat, serta internasionalisasi fakultas.

Menurutnya, dosen FIB UNAIR masih cenderung berfokus pada pengajaran, sementara bidang penelitian belum dimaksimalkan. Hal ini tercermin dari minimnya proposal penelitian yang lolos pendanaan. Ia menambahkan bahwa dosen muda sering mengalami kendala karena harus bersaing dengan dosen senior.

Untuk mengatasi hal ini, dekanat mengusulkan penguatan research group di tingkat fakultas dan program studi, penyusunan bank proposal penelitian, serta program œnulis bareng untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menyiapkan proposal. Selain itu, kolaborasi dengan Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) serta Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) akan dioptimalkan guna memperjelas mekanisme penerimaan hibah penelitian dan pengabdian masyarakat.

Di bidang publikasi, FIB UNAIR berkomitmen membantu dosen yang belum memiliki Scopus ID serta menghidupkan kembali jurnal internal program studi. Hal ini tidak hanya menjadi wadah publikasi mahasiswa, tetapi juga mendukung pemenuhan BKD dosen. Saat ini, beberapa jurnal FIB UNAIR telah meraih pengakuan, di antaranya Mozaik Humaniora (SINTA 3), LAKON (SINTA 4), ETNOLINGUAL (SINTA 4), serta Japanology (SINTA 5). Selain itu, FIB juga memperkuat jurnal baru seperti Journal of Historical Studies dan mengaktifkan kembali Skriptorium dari Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Untuk bidang pengabdian masyarakat, fakultas mendorong pengembangan program desa binaan yang dapat melibatkan seluruh dosen. Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan BKD, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam aspek internasionalisasi, FIB UNAIR berencana memperluas kesempatan bagi dosen melalui program inbound dan outbound staff. Kesempatan ini akan disesuaikan dengan kepakaran dosen agar pemerataan terjadi secara adil. Selain sebagai visiting lecturer, dosen juga didorong untuk berperan sebagai penulis, reviewer, maupun editor jurnal internasional.

Dengan strategi tersebut, FIB UNAIR optimistis program kerja 2025“2030 dapat mendorong peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi fakultas bagi masyarakat dan dunia akademik. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

AKSES CEPAT