FIB NEWS “ Dekanat 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) memaparkan rencana program kerja 2025“2030 pada Jumat, 19 September 2025, di Ruang Chairil Anwar. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan program studi di lingkungan FIB UNAIR, dengan tujuan memperkuat tata kelola sumber daya, keuangan, dan sistem informasi fakultas.
Dr. Listiyono Santoso, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FIB UNAIR, menyampaikan bahwa keterbukaan dan transparansi menjadi landasan utama dalam penyusunan program kerja jangka menengah. œPembagian anggaran atau RKAT harus dilakukan sejak awal tahun agar program studi bisa menentukan kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat secara lebih terarah, jelasnya.
Salah satu fokus utama adalah penguatan sumber daya manusia. FIB UNAIR akan membentuk Tim Percepatan Kenaikan Pangkat dan Jabatan untuk mendukung percepatan karier dosen. Selain itu, kebutuhan rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi prioritas, termasuk peningkatan status tenaga pendidik serta pendampingan bagi staf yang sedang menjalani evaluasi atau studi lanjut.
Pada aspek pengelolaan keuangan, Dr. Listiyono menekankan pentingnya pelibatan seluruh stakeholder dalam penyusunan RKAT. Laporan serapan anggaran akan disampaikan setiap triwulan disertai koordinasi rutin berbasis target kinerja. Transparansi ini diharapkan dapat diakses terbuka oleh dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan.
Bidang informasi dan layanan juga menjadi perhatian. Fakultas berkomitmen membangun platform digital yang menampilkan informasi akademik, kemahasiswaan, dan keuangan secara terintegrasi. Sistem ini akan mendukung penerapan satu data sehingga seluruh civitas akademika dapat memperoleh informasi yang akurat dan mudah diakses. Selain itu, FIB UNAIR akan mengembangkan sistem pengelolaan pengaduan publik berbasis online sebagai wadah aspirasi dan keluhan mahasiswa maupun dosen.
Masukan dari program studi turut menjadi perhatian dalam program kerja ini. Beberapa di antaranya meliputi fasilitasi dosen pendamping kegiatan akademik mahasiswa, kebutuhan staf magang dalam mendukung mobilitas mahasiswa, serta mekanisme pengaduan mahasiswa yang terintegrasi dengan sistem penilaian akreditasi. Aspirasi lain yang disampaikan adalah dukungan anggaran untuk seminar internasional, penguatan fasilitas kesehatan mental, serta penyediaan ruang kreatif seperti teater kecil di gedung baru fakultas.
Selain itu, FIB UNAIR juga menekankan perlunya SOP yang lebih tertata untuk seluruh layanan fakultas. Transparansi informasi mengenai rotasi SDM, kebijakan fakultas, serta prioritas pendanaan kegiatan seperti kehumasan dan program keberlanjutan (SDGs) menjadi bagian dari rencana kerja jangka menengah.
Melalui pemaparan ini, FIB UNAIR menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas tata kelola sumber daya, memperkuat dukungan terhadap dosen dan mahasiswa, serta mendorong inovasi berbasis digital. Rencana program kerja 2025“2030 ini diharapkan mampu memperkuat posisi FIB UNAIR sebagai fakultas yang unggul, transparan, dan adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi di era global.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.




