Tim yosakoi Bahasa dan Sastra Jepang (Foto: Panitia Bradanaya 2024)
FIB NEWS Penutupan acara Bradanaya 2024 berlangsung meriah di 51 (FIB) pada Jumat (23/8/24). Acara yang merupakan puncak dari Bradanaya tersebut diisi oleh berbagai penampilan, salah satunya adalah penampilan dari tim Yosakoi Bahasa dan Sastra Jepang. Mengusung tema Angin Segar di Era Baru, penampilan Yosakoi menarik perhatian para mahasiswa baru dengan tarian tradisional Jepang.
Berdurasi sekitar 4 menit, delapan anggota Yosakoi berhasil menampilkan tarian tradisional Jepang dengan penuh semangat. Penggunaan properti, seperti naruko dan kipas menambah daya tarik penampilan mereka. Anindya Rohmatul selaku ketua komunitas Yosakoi menyampaikan bahwa persiapan untuk penampilan di Bradanaya dilakukan selama 2-3 minggu.
Kita per harinya latihan 3 atau 4 jam-an sih. Setiap latihan kalau bisa full biar latihannya maksimal, mungkin istirahat beberapa hari doang, ujarnya.
Pada Bradanaya tahun ini, jelasnya, untuk pertama kalinya tim Yosakoi memakai koreografi yang tidak diturunkan dari alumni dan diiringi dengan musik yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. Kedua hal tersebut menjadi tantangan selama latihan, karena selain harus menghafalkan koreografi baru, tim yosakoi harus menyesuaikannya dengan musik yang baru juga.
Karena ini kan Bradanaya, tempatnya mahasiswa baru, jadi bakal lebih asik kalo kita ngelakuin sesuatu yang baru buat mereka. Waktu ku ajarin, aku nyadar tantangannya adalah ngajarin mereka, bukan di akunya sendiri, lanjutnya.
Tidak hanya tantangan saat latihan, ketika hari penampilan tiba, tim Yosakoi kembali dihadapkan dengan kesalahan teknis di panggung yang membuat musik tidak berjalan sesuai dengan rencana.
Kayaknya karena kurang adanya konfirmasi dari kita, jadi musiknya sudah mulai duluan, tapi kita belum apa-apa gitu. Terus kak Anin aba-aba ke kita untuk balik badan dan mulai dari starting point musik yang lain, jelas salah satu anggota Yosakoi, Fatimah Hanunah.
Melihat antusiasme mahasiswa baru dari penampilan yosakoi di penutupan Bradanaya ini, Anin berharap, mahasiswa baru dapat lebih mengenal dan tertarik dengan yosakoi.
Biar mabanya tau, kalau yosakoi tuh kayak gini, jadi mungkin mereka bakal tertarik gitu buat ikut yosakoi. Terus juga supaya maba ngerti kalau hal yang tradisional itu gak melulu kuno, terangnya.
Penulis: Fania Tiara Berliana Marsyanda
Editor: Nuri Hermawan




