51

51 Official Website

BELAJAR TAK SELAMANYA DARI MATERI KULIAH SAJA

Belajarlah dimanapun kapanpun dengan siapapun adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kegiatan di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Unair (RSHP). Selama menjalani stase di divisi klinuk terkhusus RSHP banyak pengalaman dan pembelajaran yang bisa didapatkan. Pengalaman-pengalaman tersebut tidaklah kalah bermanfaatnya dengan pembelajaran selama di Kampus. Pengalaman tidak hanya didapatkan dari para dokter tetapi juga dari paramedis, owner dan bahkan dari hewan pasien.

Kegiatan poli yang mengharuskan kita bertemu dengan para owner dengan berbagai watak memberikan pengajaran penting tetang cara berkomunikasi yang baik dan benar. Kami diharuskan untuk belajar menjelaskan suatu kondisi dengan baik agar dapat mudah dimengerti oleh owner. Berinteraksi dengan owner memberikan pelajaran penting tentang empati. Bagi mereka, hewan bukan hanya sekadar peliharaan, melainkan bagian dari keluarga yang dicintai. Hal tersebut mewajibkan kami untuk menjelaskan dengan jelas, sabar, dan penuh pengertian agar owner merasa tenang dengan kondisi hewan peliharaannya.

Sementara itu, dari hewan pasien saya dapat belajar tentang kesabaran dan ketelitian. Merawat hewan pasien dari pagi hingga kembali pagi dengan berbagai kondisi sangat ampuh untuk melatih kesabaran. Terkadang mendapatkan pasien yang sudah lemah tidak berdaya dan tak jarang pula mendapatkan pasien yang sangat agresif karena rasa sakit yang dirasakannya. Luka cakaran dan gigitan sudah biasa didapatkan saat merawat dan memberikan obat kepada pasien. Luka-luka tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan memahami kondisi suatu pasien, karena hewan tidak dapat mengutarakan rasa sakitnya.

Berbagai kasus sudah didapatkan di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Unair mulai dari kasus yang sudah sangat sering terjadi hingga kasus yang mungkin sangat jarang ditemui. Kasus yang paling berkesan selama di RSHP adalah kasus hermafrodit anjing rose. Anjing rose yang awalnya datang dengan keluhan prolaps vagina dan ingin melakukan ovariohisterektomi ternyata didiagnosa hermafrodit. Massa yang semula dianggap sebagai vagina yang prolaps ternyata adalah sebuah testis. Anjing rose melaksanakan operasi bedah kosmetik untuk memotong testis pada tanggal 3 September 2025 dan dapat kembali pulang dalam keadaan sehat.

Selain mengikuti operasi anjing rose, banyak pengalaman operasi lain yang saya dapatkan dari berbagai hewan dan kasus lainnya. Tak hanya sebagai peserta operasi, kami juga berkesempatan untuk melakukan Tindakan operasi ovariohisterektomi secara mandiri dengan didampingi oleh dokter senior. Pengalaman tersebut adalah salah satu pengalaman paling berharga karena kita secara langsung dapat menerapkan ilmu-ilmu terkait persiapan sebelum operasi, anestesi, bedah dan menjahit, serta perawatan post operasi. Sungguh benar adanya bahwa belajar bisa dilakukan kapan saja dimana saja dan dengan siapa saja, hanya bagaimana kita dapat menjalankannya.

Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan, mendukung peran SDGs (Sustainable Development Goals): SDG 3 (Good Health and Well-being): Melalui pelayanan kesehatan hewan, kegiatan ini mendukung kesejahteraan hewan sekaligus meningkatkan kualitas hidup pemilik yang menganggap hewan sebagai bagian keluarga, SDG 4 (Quality Education): Pembelajaran berbasis pengalaman langsung di RSHP meningkatkan keterampilan praktis, komunikasi, dan empati mahasiswa, sehingga memperkuat kualitas pendidikan kedokteran hewan dan SDG 15 (Life on Land): Penanganan medis dan operasi pada hewan mendukung kesejahteraan satwa, yang merupakan bagian penting dari keberlanjutan ekosistem darat.

Penulis: Syamsul Munirudin

AKSES CEPAT