Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 (FKH UNAIR) kembali melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan masyarakat dengan mengangkat tema penyakit pada anjing dan kucing yang berpotensi menular ke manusia. Kegiatan ini berlangsung tanggal 8 Januari 2026 di Kantor Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, dan diikuti oleh kader PKK serta perwakilan warga setempat.
Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit zoonosis yang dapat ditularkan melalui hewan peliharaan, sekaligus mendorong perilaku pemeliharaan hewan yang sehat dan bertanggung jawab di lingkungan rumah tangga.

Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Wiwik Misaco Yuniarti, drh., M.Kes., dosen Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR yang memiliki kepakaran di bidang kesehatan masyarakat veteriner. Dalam paparannya, Prof. Wiwik menjelaskan bahwa anjing dan kucing dapat menjadi sumber berbagai penyakit zoonosis apabila kesehatannya tidak terpantau dan lingkungannya tidak dikelola dengan baik.
Beberapa penyakit yang dibahas antara lain rabies, infeksi parasit, penyakit kulit, serta gangguan pencernaan yang dapat menular melalui gigitan, cakaran, kontak langsung, maupun lingkungan yang terkontaminasi kotoran hewan.
淚nteraksi manusia dengan anjing dan kucing sangat dekat. Jika kesehatan hewan tidak diperhatikan, risiko penularan penyakit ke manusia akan meningkat, ungkap Prof. Dr. Wiwik Misaco Yuniarti, drh., M.Kes.
Ia menekankan bahwa pencegahan zoonosis tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau dokter hewan, tetapi memerlukan peran aktif masyarakat. Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan hewan, memberikan pakan yang layak, rutin memeriksakan kesehatan hewan, serta menjaga kebersihan lingkungan dapat menurunkan risiko penularan secara signifikan.
Prof. Wiwik juga menyoroti keberadaan anjing dan kucing liar di lingkungan permukiman. Hewan liar yang tidak terpantau kesehatannya berpotensi menjadi reservoir penyakit, sehingga pengendalian populasi dan edukasi masyarakat perlu dilakukan secara beriringan.
Kegiatan edukasi berlangsung dengan diskusi terbuka. Peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan terkait tanda-tanda penyakit pada hewan, cara aman berinteraksi dengan hewan peliharaan, serta langkah awal yang perlu dilakukan jika terjadi kontak berisiko.

Camat Mulyorejo, Arif Rusman S.T.. M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran bahwa kesehatan hewan berkaitan erat dengan kesehatan manusia.
淧ara kader PKK dapat meneruskan informasi ini kepada warga di lingkungan masing-masing, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan demi kesehatan bersama, ujar bu Camat Mulyorejo, Ibu Sudarsih.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti FKH UNAIR sangat membantu pemerintah kecamatan dalam memberikan edukasi berbasis keilmuan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FKH UNAIR menegaskan komitmennya dalam mendukung penerapan konsep One Health, yang menempatkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan. Edukasi kepada masyarakat diharapkan dapat membentuk perilaku yang lebih peduli terhadap kesehatan hewan, sehingga risiko penyakit zoonosis dapat ditekan secara berkelanjutan.
Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si




