Pelaksanaan program Belajar Bersama Komunitas (BBK) di Klinik Hewan Griya Satwa berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 September 2025, bertempat di Jl. Samudra No. 07, Dusun Bulukerto, Kecamatan Magetan. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 7 Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 dengan tujuan utama memperluas wawasan klinis sekaligus meningkatkan kemampuan analisis kasus secara praktis.
Selama tiga hari pelaksanaan, tidak terdapat pasien hewan yang datang untuk pemeriksaan maupun tindakan medis. Namun demikian, kegiatan tetap berjalan produktif melalui diskusi intensif bersama dokter hewan pendamping yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus pada hewan kecil.
Diskusi dimulai dengan pembahasan kasus-kasus yang pernah ditangani di klinik maupun lapangan. Tahapan yang dibahas mencakup anamnesis, yaitu pengumpulan riwayat kesehatan hewan, keluhan pemilik, hingga faktor lingkungan yang memengaruhi kondisi hewan. Selanjutnya, diskusi diarahkan pada pemeriksaan fisik yang biasanya dilakukan secara sistematis, kemudian berlanjut pada interpretasi hasil diagnostik dan diakhiri dengan penentuan terapi. Terapi yang dibicarakan mencakup pemilihan jenis obat seperti antibiotik, antiparasit, maupun antiinflamasi, lengkap dengan pertimbangan dosis dan metode pemberiannya.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah penyajian dokumentasi kasus yang dilengkapi catatan medis serta dokumentasi visual. Dengan pendekatan ini, mahasiswa dapat memahami alur penanganan kasus secara lebih nyata. Peserta juga diberi kesempatan menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi secara terbuka sehingga tercipta suasana belajar yang interaktif. Fokus utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperdalam pemahaman diagnostik, memperkuat keterampilan komunikasi klinis, serta memahami pentingnya dokumentasi medis yang baik sebagai sumber pembelajaran berkelanjutan.
Kegiatan BBK ini memiliki keterkaitan erat dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya:
-
SDG 3 (Good Health and Well-being): Diskusi mengenai kasus hewan kecil berfokus pada pemahaman penyakit, upaya pencegahan, serta pemilihan terapi yang rasional. Hal ini secara tidak langsung mendukung kesehatan hewan yang juga berkontribusi pada kesehatan manusia melalui konsep One Health.
-
SDG 4 (Quality Education): BBK memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, interaktif, dan berbasis kasus nyata, sehingga meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran hewan.
-
SDG 15 (Life on Land): Dengan memperkuat pemahaman dalam menangani penyakit pada hewan kecil, mahasiswa turut berkontribusi pada upaya menjaga kesejahteraan satwa, yang menjadi bagian dari kelestarian keanekaragaman hayati di darat.
Dengan demikian, meskipun kegiatan BBK kali ini tidak melibatkan pasien langsung, manfaat yang diperoleh tetap signifikan. Mahasiswa mendapatkan penguatan teori sekaligus keterampilan analitis yang akan menjadi bekal penting dalam praktik klinis di masa depan, sejalan dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Oleh : Lavilla Maylaffaiza




