Pada hari Selasa, 16 September 2025, mahasiswa semester 7 Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 diterjunkan untuk melaksanakan Belajar Bersama Komunitas (BBK). Program ini dilaksanakan di 10 daerah di Jawa Timur, salah satunya yaitu di Kabupaten Magetan. Mahasiswa BBK di Kabupaten Magetan tersebar di berbagai wahana, salah satunya NU-VET PETCARE yang berlokasi di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.
Hari pertama (17 September 2025) dimulai dengan kedatangan seekor kucing berusia muda yang masih memiliki nafsu makan baik, namun menunjukkan gejala klinis khas infeksi saluran pernapasan. Suhu tubuh kucing tercatat 39,9掳C (demam), ditemukan sariawan pada lidah, peradangan di rongga mulut, serta keluarnya busa dari mulut. Dari pemeriksaan klinis, diduga kucing tersebut mengalami infeksi calicivirus.
Hari kedua (18 September 2025), sebelum penanganan kasus, mahasiswa berdiskusi dengan dokter hewan yang bertugas mengenai anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta pemberian terapi. Pada hari yang sama, mahasiswa juga mengamati prosedur ovariohisterektomi pada seekor kucing betina sebagai langkah sterilisasi. Prosedur ini dilakukan untuk mencegah reproduksi yang tidak diinginkan sekaligus menurunkan risiko penyakit pada sistem reproduksi.
Hari ketiga (19 September 2025), mahasiswa mengikuti prosedur kastrasi pada seekor kucing jantan dengan pengawasan dokter hewan. Setelah operasi, kucing diberikan analgesik, antibiotik, dan vitamin untuk pemulihan. Selain itu, pada pemeriksaan ditemukan adanya ektoparasit berupa pinjal, sehingga dilakukan penanganan lanjutan. Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga pemeriksaan darah hematologi dengan hasil masih dalam batas normal.
Kegiatan BBK di NU-VET PETCARE memiliki kontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs):
-
SDG 3: Good Health and Well-being
Penanganan penyakit infeksi, pengendalian ektoparasit, serta tindakan sterilisasi pada hewan mendukung kesehatan hewan peliharaan sekaligus menurunkan risiko penyebaran penyakit zoonosis. -
SDG 4: Quality Education
Mahasiswa memperoleh pengalaman praktik klinis langsung melalui observasi, diskusi, dan keterlibatan dalam tindakan medis, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis lapangan. -
SDG 5: Gender Equality
Tindakan ovariohisterektomi pada kucing betina merupakan bagian dari upaya pengendalian populasi hewan peliharaan secara seimbang, yang juga mencerminkan kesadaran akan kesetaraan peran reproduksi dalam pengelolaan populasi. -
SDG 12: Responsible Consumption and Production
Penanganan kesehatan hewan yang baik mendorong penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab, termasuk menjaga kualitas produk asal hewan dan mencegah kerugian akibat penyakit. -
SDG 17: Partnerships for the Goals
Kegiatan ini menunjukkan adanya kolaborasi antara universitas, klinik hewan, dokter hewan, dan mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas di bidang kesehatan hewan.
Oleh: Amelia Wiranda Lumban Gaol




