Apa Itu Laser?
“Laser” adalah akronim dari “Light Amplification of Stimulated Emission of Radiation,” yang mengacu pada alat yang memancarkan sinar cahaya terfokus dalam tiga bentuk utama:
- Monokromatik: Cahaya memiliki satu panjang gelombang, berbeda dengan cahaya alami yang memiliki berbagai panjang gelombang.
- Koheren: Foton (partikel cahaya) bergerak dalam fase dan arah yang sama.
- Kolimasi: Foton bergerak dalam satu berkas lurus, sehingga laser dapat menembus area tertentu tanpa memengaruhi jaringan di sekitarnya.
Koherensi dan kolimasi memungkinkan daya tembus laser ke area terbatas, menjadikannya alat yang efektif dalam berbagai aplikasi medis, termasuk terapi hewan.
Klasifikasi Laser
Laser dikategorikan berdasarkan panjang gelombang dan energi yang dihasilkan:
- Laser Kelas 1: Seperti pemindai kode batang di supermarket, aman untuk penggunaan sehari-hari.
- Laser Kelas 2: Termasuk penunjuk laser dan beberapa laser terapeutik yang bekerja dalam spektrum cahaya tampak (400“700 nanometer).
- Laser Kelas 3: Jenis laser terapi yang paling umum digunakan.
- Laser Kelas 4: Digunakan dalam pembedahan untuk memotong dan membakar jaringan karena dapat menyebabkan cedera termal.
Bagaimana Terapi Laser Bekerja pada Hewan?
Laser terapeutik menggunakan panjang gelombang cahaya tertentu untuk memicu fotobiomodulasi, yaitu perubahan fisiologis pada sel dan jaringan. Cahaya yang diserap oleh
sel merangsang elektron dan mengaktifkan proses regenerasi, seperti pertumbuhan, migrasi, dan perbaikan sel.
Respon jaringan terhadap terapi laser bergantung pada panjang gelombang cahaya yang digunakan. Sebagian besar laser terapeutik memanfaatkan cahaya merah atau inframerah dekat (600“1070 nanometer). Cahaya dengan panjang gelombang lebih rendah lebih efektif pada jaringan superfisial seperti kulit, sementara panjang gelombang lebih tinggi menembus lebih dalam hingga ke otot dan tulang.
Manfaat Terapi Laser untuk Hewan
Terapi laser dapat membantu penyembuhan jaringan dengan cara berikut:
- Merangsang pelepasan endorfin untuk mengurangi rasa sakit.
- Meningkatkan vasodilatasi, sehingga aliran darah meningkat dan mempercepat penyembuhan.
- Mengendurkan otot, mengurangi ketegangan dan meningkatkan mobilitas.
- Mengurangi peradangan.
- Mempercepat proses penyembuhan luka. Manfaat klinis utama terapi laser pada hewan meliputi pengurangan peradangan, pengurangan nyeri, dan penyembuhan luka yang lebih cepat.
Kapan Terapi Laserpuncture dilakukan?
Pada kasus Anjing Ibing memiliki kondisi kepala yang Head Tilt dan ataxia yang kemungkinan disebabkan oleh Trauma dan komplikasi dari penyakit Hepatitis. Sehingga dilakukan laser puncture yang diarahkan pada susunan tulang belakangnya untuk meredakan head tilt dan diarahkan ke extremitasnya untuk meredakan ataxia. Terapi laser dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi medis pada hewan, termasuk:
- Artritis kronis
- Sayatan pasca operasi
- Cedera tendon dan ligamen
- Luka traumatis
Terapi ini juga sangat berguna bagi hewan dengan keterbatasan perawatan medis, seperti:
- Hewan dengan gangguan hati yang tidak bisa mengonsumsi obat.
- Kucing, yang memiliki opsi obat pereda nyeri terbatas.
- Hewan eksotis, yang sulit atau tidak bisa diberikan obat.
- Hewan tua, yang mungkin memiliki fungsi organ yang melemah.
Bagaimana Perawatan Laser Diberikan?
Selama sesi terapi, tongkat laser genggam digerakkan perlahan di atas area yang dirawat. Prosedur ini menghasilkan sensasi hangat dan nyaman, yang umumnya disukai oleh hewan.
Setiap sesi berlangsung sekitar 15“30 menit.
- Frekuensi dan jumlah sesi bergantung pada kondisi yang diobati.
- Kondisi kronis dapat memerlukan perawatan mingguan, sementara luka terbuka atau sayatan bedah mungkin memerlukan terapi harian.
Apakah Terapi Laser Aman untuk Hewan?
Terapi laser aman jika dilakukan dengan benar menggunakan pengaturan yang sesuai. Namun, penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan luka bakar termal atau cedera retina jika sinar laser terkena mata. Oleh karena itu, selama sesi terapi, pasien dan staf medis harus menggunakan kacamata pelindung.
Penerapan Laserpuncture dalam kedokteran hewan memiliki kaitan erat dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:
- SDG 3: Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan
- SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
- SDG 15: Kehidupan di Darat
Dengan adanya teknologi Laserpuncture dalam kedokteran hewan, kualitas layanan medis bagi hewan dapat meningkat, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kesejahteraan hewan, manusia, dan lingkungan.
Penulis: Dzikri Nur Abdillah




