Luka pustula pada area mulut kambing maupun domba terkadang dianggap remeh oleh para peternak. Sering kali peternak mengira bahwa luka tersebut muncul karena kebiasaan domba maupun kambing menggesekkan mulutnya pada wadah pakan. Faktanya apabila diidentifikasi lebih lanjut luka tersebut diakibatkan oleh virus Parafox dari famili Poxviridae. Penyakit ini disebut dengan Ecthyma Contagiosa atau yang biasa dikenal dengan sebutan ORF.
Ecthyma Contagiosa (ORF) merupakan suatu penyakit yang menyerang ruminansia baik domestik maupun liar, namun utamanya penyakit ini menyerang kambing dan juga domba. Penyakit ORF yang diakibatkan virus Parafox ini dapat menular ke manusia atau biasa disebut zoonosis. ORF dapat ditularkan melalui kontak langsung maupun tidak langsung melalui luka pustula dari ternak yang terinfeksi. Selain menular ke manusia, ternak-ternak di sekitar kambing atau domba yang terinfeksi virus juga dapat tertular.
Gejala ORF biasanya terlihat adanya pustula di area mulut kambing maupun domba yang terlihat seperti bunga kol dan apabila semakin lama dibiarkan maka pustula tersebut akan menyerupai kerak. Apabila hal tersebut tidak segera ditangani maka nafsu makan maupun minum ternak akan menurun sehingga ternak beresiko mengalami kematian akibat dehidrasi dan juga kurangnya asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya. Sehingga dapat dikatakan ORF dapat menyebabkan ancaman ekonomi bagi peternak secara signifikan serta kerugian finansial dikarenakan produktivitas ternak yang lebih rendah.
https://pathologyandponies.ca/wp-content/uploads/2022/03/F37370.jpg?b5dfd4&b5dfd4
Meskipun ORF merupakan penyakit yang umumnya tidak fatal, tentu penyakit ini dapat menganggu produktivitas penderitanya. Maka dari itu, diperlukan penanganan untuk penyakit ini. Umumnya, dilakukan perawatan luka kepada domba yang terinfeksi supaya luka tidak menjadi pintu masuk untuk bakteri/kuman yang lain.Di peternakan domba jingkrak X Wuni Farm sendiri, anakan domba yang menderita ORF juga menerima penanganan khusus berupa pembersihan luka dan pemberian betadine secara rutin setiap harinya oleh anak buah kandang. Hal ini dilakukan sampai luka yang terdapat di mulut akibat ORF kering dan sembuh. Pembersihan luka tentunya tidak dilakukan dengan tangan kosong, melainkan dengan kain mengingat penyakit ORF merupakan penyakit yang zoonosis.
Selain itu, sebagai tindak penanganan lain, diperlukan juga pemberian antibiotik serta vaksinasi dalam pengobatan ORF pada domba. Pada peternakan domba jingkrak X Wuni Farm, diberikan juga injeksi antiinflamasi dan antibiotik oleh dokter hewan ketika melakukan visit ke peternakan tersebut.
Domba yang terinfeksi ORF, juga sebaiknya dipisahkan dengan domba yang tidak terinfeksi mengingat penyakit ini merupakan penyakit menular. Ini dilakukan supaya penderita ORF tidak bertambah banyak jumlahnya.
Selain itu juga terdapat cara pencegahan terhadap penyakit ORF lainnya, seperti misalnya menjaga kebersihan kandang , memberikan pakan dan air minum yang bersih agar tidak menjadi sumber penularan penyakit, serta membatasi kontak antara domba yang terinfeksi dengan domba yang tidak terinfeksi seperti yang telah disebutkan diatas.
Referensi:
Istiqomah, E. S. D. (2022). TA: PENANGANAN PENYAKIT ORF (Ecthyma Contagiosa) PADA CEMPE DI CV. BHUMI NARARYA FARM SLEMAN YOGYAKARTA (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri Lampung).
Lawan, Z., Bala, J. A., Bukar, A. M., Balakrishnan, K. N., Mangga, H. K., Abdullah, F. F. J., … & Mohd-Azmi, M. L. (2021). Contagious ecthyma: how serious is the disease worldwide?. Animal Health Research Reviews, 22(1), 40-55.
PENYAKIT ORF ( ECTHYMA CONTAGIOSA ) PADA KAMBING ATAU DOMBA “ Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak
Turan, E., Yesilova, Y., & Ucmak, D. (2013). A case of orf (ecthyma contagiosum) with multiple lesions. J Pak Med Assoc, 63(6), 786-787.




