51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unair Sukses Laksanakan Magang Mandiri di Klinik Hewan Lingkar Satwa Animal Care Gubeng

Surabaya, 25 Januari 2025 “ Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ (FKH Unair) kembali menunjukkan komitmennya untuk mempersiapkan mahasiswa yang kompeten di bidang kesehatan hewan dengan menyelenggarakan program Magang Mandiri. Program ini dilaksanakan di Klinik Hewan Lingkar Satwa Animal Care Gubeng, sebuah klinik hewan terkemuka di Surabaya, yang terkenal dengan pelayanan profesional dan tenaga medis yang berpengalaman.

Kegiatan magang berlangsung selama tujuh hari, mulai Minggu (19/1) hingga Sabtu (25/1), dengan jadwal pelaksanaan dari pukul 09.00 WIB hingga 21.30 WIB setiap harinya. Magang ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktik yang intensif bagi mahasiswa sekaligus memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja di bidang kesehatan hewan.

œMagang ini adalah bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa, terutama untuk melatih keterampilan praktis, meningkatkan wawasan mereka, dan mengasah kemampuan bekerja dalam tim, ujar Drh. Rama, kepala dokter di Klinik Lingkar Satwa Animal Care Gubeng, yang juga menjadi pembimbing utama dalam kegiatan ini.

Penyambutan dan Briefing Awal

Hari pertama magang dimulai pada Minggu (19/1) dengan sesi penyambutan dan pengarahan awal. Mahasiswa yang terdiri dari beberapa peserta ini tiba di klinik pada pukul 08.30 WIB untuk persiapan. Kegiatan briefing dimulai pukul 10.00 WIB, dipimpin langsung oleh Drh. Rama.

Pada sesi ini, Drh. Rama memperkenalkan struktur organisasi klinik, staf pendukung, dan dokter hewan pendamping yang akan membantu selama kegiatan berlangsung. Para peserta magang juga diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri, menjelaskan latar belakang pendidikan, serta harapan mereka terhadap program magang ini.

œMagang ini adalah kesempatan emas bagi kalian untuk belajar. Jangan takut bertanya, jangan ragu untuk mencoba, dan yang terpenting, selalu ikuti protokol kerja yang sudah ditetapkan, tegas Drh. Rama saat memberikan pengarahan kepada peserta.

Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mendetail tentang alur kerja di klinik. Mereka diperkenalkan dengan berbagai prosedur operasional klinik, seperti proses penerimaan pasien, tahapan diagnosa, pengelolaan administrasi, hingga manajemen logistik dan peralatan medis.

Kegiatan Praktik Intensif

Pada hari kedua hingga keenam, peserta mulai terjun langsung ke kegiatan operasional klinik. Jadwal kegiatan dibagi menjadi dua shift kerja, yaitu Shift 1 (08.30“16.00 WIB) dan Shift 2 (14.00“21.30 WIB). Setiap peserta mendapatkan giliran shift secara bergantian, sehingga mereka dapat merasakan beragam dinamika kerja di klinik pada berbagai waktu.

Peserta yang bertugas di pagi hari memulai kegiatan dengan kunjungan ke pasien rawat inap. Aktivitas ini mencakup membersihkan kandang, memberi makan dan minum hewan, serta membantu pemberian obat sesuai dengan jadwal pagi. Selain itu, peserta juga bertugas menyambut pasien rawat jalan yang datang ke klinik.

Dalam proses ini, peserta dilatih untuk melakukan anamnesis awal, yaitu wawancara dengan pemilik hewan untuk mengumpulkan informasi tentang gejala, riwayat kesehatan, dan kondisi umum hewan. Informasi tersebut kemudian digunakan oleh dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Salah satu momen yang paling dinanti peserta adalah kesempatan untuk mendampingi dokter hewan dalam proses diagnosa dan pengobatan. Peserta diberikan kesempatan untuk mengamati langsung berbagai kasus medis, mulai dari pemeriksaan fisik, analisis gejala, hingga tindakan medis seperti pemberian obat melalui injeksi maupun oral. Dalam beberapa kesempatan, peserta juga diajarkan teknik menjahit luka pada hewan.

œKami diajarkan dengan sangat detail tentang cara menangani berbagai kasus, mulai dari gejala ringan seperti infeksi kulit hingga kasus serius yang memerlukan tindakan medis intensif, ungkap salah satu peserta magang.

Ketika tidak ada pasien yang harus ditangani, peserta didorong untuk memanfaatkan waktu luang dengan belajar secara aktif. Mereka diberikan kebebasan untuk bertanya kepada dokter hewan maupun paramedis tentang berbagai topik, seperti prosedur operasi, penanganan kasus darurat,

hingga manajemen peralatan medis. Selain itu, peserta juga membantu tenaga medis dalam menjaga kebersihan alat dan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk tindakan medis.

Pada malam hari, peserta kembali melaksanakan kunjungan pasien rawat inap untuk memastikan kebutuhan makan, minum, dan obat malam terpenuhi. Walaupun intensitas aktivitas malam lebih rendah dibandingkan siang hari, peserta tetap antusias menjalankan tugas mereka sambil mengamati kondisi pasien.

Presentasi, Evaluasi, dan Penutupan

Hari terakhir magang menjadi puncak kegiatan dengan dilaksanakannya sesi presentasi, evaluasi, dan penutupan. Peserta diminta mempersiapkan presentasi berbentuk PowerPoint yang membahas salah satu kasus penyakit hewan yang mereka temui selama magang.

Presentasi ini meliputi deskripsi kasus, langkah-langkah diagnosa, pengobatan yang dilakukan, serta pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman tersebut. Setiap peserta mempresentasikan hasilnya di hadapan Drh. Rama dan tim medis lainnya.

œMelalui presentasi ini, kami ingin melihat sejauh mana pemahaman kalian terhadap teori yang diaplikasikan selama magang, ujar Drh. Rama.

Sesi presentasi ini juga menjadi ajang untuk melatih kemampuan komunikasi dan analisis para peserta. Tidak hanya itu, peserta mendapatkan masukan langsung dari dokter tentang cara menangani kasus serupa di masa depan.

Setelah sesi presentasi selesai, peserta menerima sertifikat sebagai tanda kelulusan dari program magang. Sebagai bentuk apresiasi, para peserta juga menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada pihak klinik.

Pencapaian Program

Selama satu minggu magang, para peserta berhasil mencapai berbagai pencapaian, di antaranya: 1. Menguasai teknik anamnesis untuk mengumpulkan informasi penting dari pemilik hewan.

  1. Belajar melakukan perawatan dasar seperti membersihkan kandang dan memberikan makan serta minum.
  2. Melatih pemberian obat, baik secara oral maupun melalui injeksi.
  3. Mempelajari teknik penjahitan luka pada hewan.
  4. Memahami berbagai jenis penyakit hewan, termasuk gejala, penyebab, dan langkah pencegahannya.
  5. Meningkatkan kemampuan kolaborasi dengan dokter hewan dan tenaga kesehatan lainnya.
  6. Mengenal lebih jauh dinamika kerja di klinik hewan profesional.

Kendala dan Solusi

Meskipun program magang berjalan lancar, beberapa kendala tetap dirasakan peserta, seperti:

  1. Protokol Pengendalian Infeksi

    Peserta mengalami keterbatasan aktivitas karena harus mematuhi protokol pengendalian infeksi yang ketat, terutama ketika menangani pasien infeksius. Solusinya, peserta dengan disiplin menggunakan alat pelindung diri dan mengikuti prosedur yang berlaku.

  2. Kesulitan Beradaptasi dengan Tim Medis

    Sebagai mahasiswa semester awal, peserta merasa canggung berinteraksi dengan tenaga medis yang sudah berpengalaman. Namun, dengan komunikasi yang aktif dan sikap proaktif, peserta berhasil membangun hubungan baik dan meningkatkan kerja sama tim.

Refleksi dan Harapan Ke Depan

Program Magang Mandiri di Klinik Hewan Lingkar Satwa Animal Care Gubeng memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ. Selain memberikan pemahaman langsung tentang penerapan ilmu teori dalam dunia

praktik, kegiatan ini juga menjadi ajang penting untuk meningkatkan keterampilan teknis seperti anamnesis, penanganan medis, dan prosedur klinis yang diperlukan dalam profesi dokter hewan.

Tidak hanya aspek teknis, program ini juga mengasah berbagai kemampuan soft skill yang sangat esensial, seperti komunikasi efektif dengan pasien dan tim, kerja sama dalam lingkungan profesional, serta manajemen waktu dalam menyelesaikan berbagai tugas harian yang penuh tantangan. Peserta juga belajar untuk menghadapi tekanan dan tanggung jawab, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia kerja profesional di bidang kesehatan hewan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan lebih mendalam tentang dinamika kerja di klinik hewan, termasuk pengelolaan pasien, manajemen logistik, hingga penanganan kasus- kasus yang kompleks. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan mereka di masa depan.

Harapannya, program seperti ini dapat menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak institusi atau klinik hewan di berbagai wilayah. Dengan adanya kerjasama antara universitas dan dunia kerja, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih beragam, termasuk mempelajari teknologi terbaru, metode diagnostik modern, serta pengelolaan klinik berbasis standar internasional.

Selain itu, di masa depan, diharapkan program magang ini dapat memberikan durasi yang lebih panjang dan cakupan materi yang lebih mendalam, sehingga mahasiswa memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari berbagai kasus secara lebih komprehensif. Dukungan dari pihak universitas dan institusi mitra sangat diperlukan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program, termasuk dengan menyediakan mentor yang lebih banyak, fasilitas yang memadai, serta sistem evaluasi yang lebih terstruktur untuk menilai kemajuan peserta.

Kesuksesan program ini juga menjadi refleksi bahwa pembelajaran berbasis praktik tidak hanya penting, tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di dunia profesional. Dengan program seperti ini, Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ membuktikan komitmennya untuk terus berinovasi dalam mencetak dokter hewan yang tidak hanya berkompeten secara teknis tetapi juga memiliki jiwa profesionalisme tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi yang berarti dalam dunia kesehatan hewan dan kesejahteraan masyarakat.

AKSES CEPAT