51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

MAHASISWA PPDH 41 SUB-KELOMPOK 5A LAKUKAN VAGINOSCOPY PADA KAMBING

Berikut tambahan pembahasan mengenai Sustainable Development Goals (SDGs):


Surabaya, 6 Februari 2025 “ Mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan (PPDH) 41 Sub-Kelompok 5A Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ melaksanakan kegiatan vaginoscopy di kandang domba dan kambing milik fakultas. Kegiatan ini merupakan bagian dari rotasi Ex-Lab Inseminasi Buatan (IB) yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi saluran reproduksi pada kambing.

Vaginoscopy adalah prosedur yang menggunakan kamera khusus untuk menilai kondisi vagina dan fornix. Pada beberapa kambing, serviks memiliki struktur yang berliku-liku dan berbeda-beda setiap individu, terdapat cervix grade 1, grade 2, dan grade 3, sehingga sulit ditembus dengan metode blind (tanpa panduan visual). Oleh karena itu, vaginoscopy menjadi teknik yang efektif untuk mengatasi kendala tersebut.

Dalam pelaksanaannya, alat vaginoscope yang dilengkapi sumber cahaya digunakan untuk memperoleh gambaran yang jelas dari organ reproduksi. Sebelum prosedur dimulai, peralatan harus dalam keadaan steril dan vulva kambing dibersihkan terlebih dahulu. Speculum yang telah dilumuri pelicin kemudian dimasukkan perlahan ke dalam vulva hingga mencapai fornix. Dengan metode ini, mahasiswa dapat mengamati kondisi vagina, mendeteksi kelainan seperti tumor atau perdarahan, serta melakukan proses inseminasi buatan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam melakukan evaluasi sistem reproduksi kambing, sekaligus meningkatkan keterampilan dalam menggunakan alat bantu visual untuk prosedur klinis di bidang kedokteran hewan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

  1. SDG 2: Zero Hunger
    • Inseminasi buatan dan evaluasi kesehatan reproduksi ternak berperan dalam meningkatkan efisiensi produksi ternak, sehingga mendukung ketahanan pangan berbasis protein hewani.
  2. SDG 3: Good Health and Well-Being
    • Teknologi vaginoscopy memungkinkan deteksi dini gangguan reproduksi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hewan dan mendukung produksi pangan yang sehat dan aman.
  3. SDG 4: Quality Education
    • Kegiatan ini memberikan mahasiswa kesempatan belajar langsung dengan alat bantu visual modern, sehingga meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran hewan dan kesiapan mereka dalam dunia profesional.
  4. SDG 8: Decent Work and Economic Growth
    • Penguasaan teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan dengan panduan visual membuka peluang kerja lebih luas bagi dokter hewan, terutama di sektor peternakan dan industri pembiakan.
  5. SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure
    • Penggunaan teknologi vaginoscopy mencerminkan inovasi dalam bidang kesehatan reproduksi hewan, yang dapat meningkatkan efisiensi dan keberhasilan program reproduksi ternak.
  6. SDG 12: Responsible Consumption and Production
    • Dengan teknik inseminasi buatan dan evaluasi reproduksi yang lebih baik, produktivitas ternak dapat ditingkatkan secara berkelanjutan, sehingga mengurangi pemborosan sumber daya dan meningkatkan efisiensi industri peternakan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ terus berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan sektor peternakan dan kesehatan hewan, sekaligus berperan dalam pencapaian SDGs terutama di bidang ketahanan pangan, pendidikan, dan inovasi teknologi veteriner.

Penulis:
Liana Luckyto Sari S.KH, Meisyta Aninda Latif S.KH, Ras Syamil Bin Ab Rasit S.KH, Amalia Salsabil S.KH, Neva S.KH, Choirul Ahmad Aziz S.KH, Helena Putri Nastiti S.KH, Koshini Chandramohan S.KH

AKSES CEPAT